Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Peluang Usaha Penyewaan Istana Balon


0

Seperti anda ketahui bahwa dunia anak adalah dunia bermain dan istana balon telah
memberikan kesenangan bagi jutaan anak anak di
seluruh dunia. 

Untuk itulah Duta Mainan hadir untuk membantu mewujudkan keinginan orang tua yang ingin memberikan anak anak mereka kegiatan luar ruang yang menyehatkan dan menyenangkan.

Bukan itu saja, di sisi lain istana balon juga merupakan salah satu produk yang bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar dengan modal yang relatif kecil dan pencapaian break event point dalam waktu relatif singkat.

Berikut adalah kisah sukses seorang pengusaha muda yang bisa meraup 70 juta dalam 10 hari dari bisnis penyewaan istana balo yang kami kutip dari salah satu media online Kalimantan Timur yaitu klikbontang.com berikut ini:

SAAT sang surya mulai meredup di cakrawala, saat kumpulan awan putih mulai mendekat hingga menutupi cahayanya, seorang pemuda berkemeja abu-abu mulai disibukkan dengan selang blower dan mesin jenset. Dibukanya hamparan terpal jingga yang menutupi istana balon miliknya dan membuka lipatan demi lipatan balon berukuran 6x8.

Dialah Swandy Hattase, pemuda berusia 20 tahun yang mencoba peruntungan hidup melalui usaha istana balon di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api Kecamatan Bontang Utara, sejak 2015 lalu.

Sebelum terjun ke dunia wirausaha, Wawan –sapaan akrabnya—gemar menunggangi sepeda motor. Semasa sekolah, ia pernah menjadi pembalap berprestasi. Beberapa sirkuit arena balap telah ditaklukkannya, walaupun belum bisa menaiki podium pertama dibeberapa kejuaraan yang digelar di Kalimantan, seperti Samarinda, Paser, dan Banjarmasin.

Namun, ia memutuskan untuk mengakhiri karirnya itu usai tersungkur di atas aspal. “Sudah capek, Mas. Patah kaki sama tangan, makanya saya berhenti aja,” ujar Wawan sambil menunjukkan tangan sebelah kirinya dan kaki kirinya yang cidera akibat jatuh saat balapan

Setelah lulus sekolah 2013 silam, lelaki berbadan tegak ini memutuskan bekerja sebagai sopir pengangkut kendaraan roda dua di salah satu dealer motor di Bontang. Dua tahun kemudian, pria kelahiran Bontang, 15 September 1995 ini mulai meniti usaha sebagai penjual batu khusus bacan ternate, saat Indonesia mulai dikilaukan dengan batu akik.

Keesokan harinya dia mencari tahu berapa harga permainannya spesifikasinya yang dapat digunakan dalam jangka waktu lama dari internet. Gayung pun bersambut, orang yang ditemuinya itu ingin menjual istana balonnya.

Keinginan menggebu untuk membeli istana balon itu mulai memenuhi pikirannya. Wawan bingung, kemana ia harus mencari uang agar bisa membeli permainan anak-anak itu. Sementara, tabungan yang dia punya tak mencukupi.

Akhirnya, dia putuskan menawarkan istana balon itu kepada temannya. “Karena saya liat teman saya nganggur dan punya cukup uang, jadi saya tawarin aja ke kakaknya belikan itu mainan biar dia punya kerjaan. Eh, malah teman saya malas kalo disuruh ngurusin mainan itu,” terangnya mengangkat pundaknya.

Istana balon itu tetap menghantui pikirannya. Ia coba meminta restu pada sang ayah, menggadaikan tanahnya dengan uang senilai Rp 80 juta. Wawan juga membetanikan diri meminjam uang pada temannya, dengan jaminan Wawan  membayar sebesar Rp 2,5 juta setiap bulannya.

Rejeki memang tak kemana, asal dibarengi dengan niat, tekad, dan usaha. Usahanya ramai dikunjungi anak-anak berumur 6 hingga 7 tahun. Dalam waktu semalam, dalam waktu empat jam, Wawan bisa mengantongi uang sebesar Rp 265 ribu.

Kini putra dari Hattase dan Hasni ini bisa meraup untung sebesar Rp 5 juta per bulan. Jika ada expo ataupun acara kota, dalam waktu sepuluh hari pundi-pundi yang bisa dihasilkannya mencapai Rp 70 juta. 


PROFIL PENULIS

Justin Doank

Tidak ada deskripsi.


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Tidak ada tulisan terkait.