Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Terungkap! Tanda Depresi Seseorang Bisa Dicek Melalui Foto di Instagram


0

Sebagai generasi millenial, kamu tentu tidak asing dengan media sosial. Banyak anak muda yang selalu membagikan momen keseharian. Setiap kali makan dijepret dan bagikan di Instagram. Setiap jalan-jalan jepret dan dibagikan di Facebook.

Tapi ternyata, postingan di media sosial bisa menjadi pertanda akan gejala depresi. Dilansir dari Iflscience, sebuah algoritma komputer bisa mendiagnosis depresi lebih akurat dari dokter psikolog.

Algoritma komputer ini menggunakan beberapa kriteria untuk menentukan diagnosis. Sebenarnya, postingan seperti apa sih yang bisa jadi pertanda seseorang mengalami depresi?

1. Penggunaan filter hitam, abu-abu atau biru

Ternyata, orang yang sering menggunakan filter hitam atau biru mempunyai kemungkinan depresi lebih besar daripada mereka yang mengunakan filter cerah.

2. Menggungah banyak foto tapi sedikit berisi orang bahkan dirinya sendiri

Orang yang depresi akan lebih sering memposting foto benda mati atau pemandangan daripada foto orang, jarang ada foto selfie.

3. Banyak dikomen dan disukai

Postingan yang sering dikomentari orang menandakan bahwa pemiliknya lebih banyak mempunyai teman di media sosial daripada teman di dunia nyata. Hal ini bisa mengindikasikan gejala depresi.

Untuk mengetahui seseorang depresi atau tidak bukanlah hal yang mudah. Namun ternyata, foto instagram bisa mengungkap indikasi gangguan jiwa yang mempengaruhi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia tersebut.

Menurut sebuah studi baru, seperti yang telah dikutip dari nova.grid.id, Minggu (20/08/2017) ada sebuah penelitian tentang mengembangkan algoritma yang mengidentifikasi 70% penderita depresi dengan menganalisis foto mereka.

Studi kecil yang diterbitkan dalam jurnal EPJ Data Science tersebut melibatkan 166 pengguna Instagram yang mengunggah hampir 44.000 foto di platform media sosial populer itu.

Sepasang peneliti mengembangkan sebuah program komputer yang menganalisis beberapa aspek foto, termasuk skema warna dan interaksi foto seperti “suka” dan “komentar”.

"Foto yang diunggah oleh orang-orang yang depresi cenderung lebih gelap warnanya dan mendapat lebih banyak komentar dari masyarakat." 

"Mereka juga cenderung lebih menampakkan wajah yang menggunakan filter,” ujar Dr. Christopher Danforth, rekan penulis studi dan rekan direktur dari University of Vermont’s Computational Story Lab, dalam sebuah pernyataan.

Individu yang menderita depresi cenderung menggunakan filter foto. Mereka cenderung memilih filter Inkwell, yang mengubah foto menjadi hitam putih.

Selain itu, analisis komputer  menunjukkan bahwa mereka yang mengalami depresi lebih sering mengunggah foto daripada mereka yang tidak mengalami depresi.

Meskipun 71 orang dari seluruh responden memutuskan untuk menerima diagnostik depresi secara klinis, penting untuk dicatat bahwa program komputer peneliti bukanlah alat diagnostik.

Sebaliknya, ini bisa membantu memberikan "peringatan dini" tentang depresi, Danforth mengatakan kepada BuzzFeed News.

Mendeteksi depresi dini dapat membantu seseorang mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan untuk mengendalikan gejala mereka.

"Akan lebih baik jika kita melakukan pemeriksaan dini terhadap gejala depresi, daripada melakukan bunuh diri karena tak pernah meminta bantuan kepada psikolog,” ucap Danforth kepada Refinery29.

Salah satu keterbatasan penelitian yang dilakukan oleh Danforth dan Dr. Andrew Reece dari Harvard University adalah ukuran sampel mereka yang kecil, karena banyak orang yang tidak mau berbagi informasi.

Pada awalnya, 509 peserta direkrut. Namun, 43% keluar karena mereka tidak ingin membagikan data media sosial mereka.

Di masa depan, penelitian serupa perlu membahas kekhawatiran mengenai privasi data, untuk mempertahankan ukuran sampel yang lebih besar.

Waaah, keren ya?

Temuan ini tentunya dapat membantu seseorang yang didiagnosa mengalami penyakit mental tahap awal agar dapat dilakukan pecegahan dini, lho!

(***)

Dari berbagai sumber

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Seniman Indonesia Bersinar di Beijing International Art Biennale 2017

Seniman Indonesia kembali bersinar di ajang internasional. Kali ini lewat Paviliun Indonesia, 18 seniman Tanah Air bakal memajang karya di Beijing International Art Biennalle (BIAB) yang ke-7 pada 24 ...

List Daftar Investasi Bodong yang Sudah Dilarang Beroperasi

Satuan Tugas (Satgas) waspada investasi telah menghentikan kegiatan usaha 48 entitas sejak Januari - September 2017. Penghentian dilakukan karena entitas yang dihentikan diduga melanggar ketentuan per ...

Hati-hati Sekarang Promosi "Senin Harga Naik" Bisa Dipidana

Dalam mempromosikan produk properti, tak jarang pengembang kerap menaikkan harga rumah atau apartemen yang dipasarkan. Kampanye promosi "Senin Harga Naik", bahkan memenuhi ruang-ruang priv ...

Sekarang Wajib Pajak Mesti Laporkan Seluruh Aset

Pemerintah menetapkan Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan tertentu yang bersifat final. Ini dengan pertimbangan memberi kepastian hukum dan kesederhanaan terkait pengenaan Pajak Penghasilan atas ...

Studi Ungkap Kesamaan Pekerjaan Pertama Para Miliarder Dunia

Sebuah studi menemukan bahwa ada kesamaan pekerjaan pertama yang dilakukan oleh 100 orang terkaya di dunia. Lebih banyak miliarder yang memiliki pekerjaan pertama sebagai tenaga pema ...

5 Desainer Indonesia Siap Unjuk Gigi di Dubai Fashion Week 2017

Mungkin sudah menjadi impian semua desainer untuk bisa tampil di pertunjukkan fashion internasional. Tak terkecuali para desainer Indonesia yang mungkin selama ini namanya masih asing di telinga publi ...

Hore! Top-up e-Money Batal Kena Biaya

Rencana penerapan biaya (fee) untuk isi ulang uang elektronik (e-Money) dibatalkan. Top-up e-Money tetap gratis. Menurut Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Suprajarto, Himpunan Bank ...

Bisnis Toko Online dan Offline Sama-sama Naik

Sejumlah perusahaan ritel, seperti Matahari, mulai menutup sebagian tokonya. Bahkan perusahaan ritel 7-eleven (sevel) menutup seluruh tokonya di Indonesia. Di sisi lain bisnis toko online atau e-comme ...

Ini Penjelasan Pembelian Barang Mewah Kena Hitungan Bea Masuk dan Pajak Impor

Pembelian barang-barang mewah dari luar negeri dipastikan akan kena hitungan bea masuk dan pajak impor barang penumpang. Sehingga masyarakat diharapkan bisa mengikuti aturan dengan benar.Aturan pengen ...

Hore! Garuda Indonesia Buka Penerbangan Nonstop Jakarta-London

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mengoperasikan penerbangan Jakarta-London (Pulang-Pergi/PP) secara nonstop mulai 31 Oktober 2017. Langkah ini dilakukan perseroan untuk meningkatkan konektivitas ...