Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Jokowi Minta Pengusaha Tak Lagi Wait and See untuk Investasi di RI


0

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta para menteri dan pengusaha untuk memanfaatkan momentum positif yang didapatkan Indonesia saat ini. Menurut Jokowi, sudah bukan saatnya investor mengambil sikap menanti dan melihat (wait and see) untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

"Jangan cari yang negatifnya. Jadi kalau masih ada yang wait and see, sekali lagi apanya yang di-wait? Apanya yang di-see? Apa? Sekali lagi momentum ini harus dimanfaatkan betul, jangan sampai lewat dan kita engggak dapat apa-apa dari momentum ini," ujar Jokowi seperti dilansir dari liputan6.com, Senin (04/08/2017) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Baca juga: Jokowi: Pengusaha Jangan Hanya Pegang Uang, Investasikan!

Jokowi mengakui jika selama ini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi pemerintah untuk mendorong investasi masuk ke dalam negeri. Sebab itu, dirinya terus meminta para menteri untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

"Saya akui memang banyak yang harus dibenahi, kondisi ketidakpastian berusaha. Saya selalu menegur menteri-menteri yang keluarkan permen yang sebabkan ketidakpastian, kecepatan investasi," ungkapnya kembali.

Investasi Jadi Kunci

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan investasi merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, dia meminta para menterinya untuk memanfaatkan sejumlah momentum positif bagi Indonesia guna mendorong masuknya investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Yang pertama saya ingin berbicara masalah momentum. Sekarang ini kita memiliki momentum kepercayaan internasional terhadap negara kita Indonesia. Ini yang harus kita manfaatkan betul-betul secepat-cepatnya. Momentum tidak akan datang dua atau tiga kali. Ini momentumnya sudah ada di tangan," lanjutnya.

Jokowi menjelaskan, sejumlah momentum positif yang tengah didapatkan Indonesia, antara lain kenaikan peringkat investasi menjadi layak investasi (investment grade) dari Fitch Rating dan Standard and Poor's (S&P).

"Yang pertama layak investasi, investment grade dari dari Fitch Rating, dari Moody's, dari S&P itu kepercayaan. Yang kedua, Indonesia sebagai tujuan investasi rangking dulu 8 loncat ke 4. Ini juga merupakan kepercayaan internasional terhadap kita," ucap Jokowi.

Kemudian, Indonesia juga mendapatkan peringkat pertama dalam hal kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah atau Trust and Confidence in National Government. Peringkat ini dikeluarkan Gallup World Poll.

"Di dalam negeri juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah itu hasil survei Gallup World Poll itu menempatkan Indonesia pada peringkat pertama sebagai negara yang pemerintahnya dipercaya oleh masyarakat sebesar 80 persen. Ini survei yang bukan survei biasa. Ini survei berkelas ini. Ini momentum lagi di dalam negeri kita sendiri," Jokowi kembali menjelaskan.

(***)

Sumber: Liputan6.com

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.

 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Seniman Indonesia Bersinar di Beijing International Art Biennale 2017

Seniman Indonesia kembali bersinar di ajang internasional. Kali ini lewat Paviliun Indonesia, 18 seniman Tanah Air bakal memajang karya di Beijing International Art Biennalle (BIAB) yang ke-7 pada 24 ...

List Daftar Investasi Bodong yang Sudah Dilarang Beroperasi

Satuan Tugas (Satgas) waspada investasi telah menghentikan kegiatan usaha 48 entitas sejak Januari - September 2017. Penghentian dilakukan karena entitas yang dihentikan diduga melanggar ketentuan per ...

Hati-hati Sekarang Promosi "Senin Harga Naik" Bisa Dipidana

Dalam mempromosikan produk properti, tak jarang pengembang kerap menaikkan harga rumah atau apartemen yang dipasarkan. Kampanye promosi "Senin Harga Naik", bahkan memenuhi ruang-ruang priv ...

Sekarang Wajib Pajak Mesti Laporkan Seluruh Aset

Pemerintah menetapkan Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan tertentu yang bersifat final. Ini dengan pertimbangan memberi kepastian hukum dan kesederhanaan terkait pengenaan Pajak Penghasilan atas ...

Studi Ungkap Kesamaan Pekerjaan Pertama Para Miliarder Dunia

Sebuah studi menemukan bahwa ada kesamaan pekerjaan pertama yang dilakukan oleh 100 orang terkaya di dunia. Lebih banyak miliarder yang memiliki pekerjaan pertama sebagai tenaga pema ...

5 Desainer Indonesia Siap Unjuk Gigi di Dubai Fashion Week 2017

Mungkin sudah menjadi impian semua desainer untuk bisa tampil di pertunjukkan fashion internasional. Tak terkecuali para desainer Indonesia yang mungkin selama ini namanya masih asing di telinga publi ...

Hore! Top-up e-Money Batal Kena Biaya

Rencana penerapan biaya (fee) untuk isi ulang uang elektronik (e-Money) dibatalkan. Top-up e-Money tetap gratis. Menurut Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Suprajarto, Himpunan Bank ...

Bisnis Toko Online dan Offline Sama-sama Naik

Sejumlah perusahaan ritel, seperti Matahari, mulai menutup sebagian tokonya. Bahkan perusahaan ritel 7-eleven (sevel) menutup seluruh tokonya di Indonesia. Di sisi lain bisnis toko online atau e-comme ...

Ini Penjelasan Pembelian Barang Mewah Kena Hitungan Bea Masuk dan Pajak Impor

Pembelian barang-barang mewah dari luar negeri dipastikan akan kena hitungan bea masuk dan pajak impor barang penumpang. Sehingga masyarakat diharapkan bisa mengikuti aturan dengan benar.Aturan pengen ...

Hore! Garuda Indonesia Buka Penerbangan Nonstop Jakarta-London

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mengoperasikan penerbangan Jakarta-London (Pulang-Pergi/PP) secara nonstop mulai 31 Oktober 2017. Langkah ini dilakukan perseroan untuk meningkatkan konektivitas ...