Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Trik Meyakinkan Investor


0

“Running the Business is like Riding a Bicycle. To keep the progress, you must keep moving,” (Muhammad Awaluddin)

Sejak Januari 2016, saya menyempatkan berbagi pengetahuan bisnis (Bincang Bisnis) di beberapa perguruan tinggi serta pertemuan langsung dengan komunitas UKM di berbagai kota.

Beberapa perguruan tinggi yang sudah pernah saya datangi diantaranya STMIK Padang, Universitas Andalas Padang, Universitas Jambi, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam setiap event tersebut saya selalu mengajak mahasiswa untuk mengubah mindset menjadi Job Creator. Saya mengajak mereka untuk menjadi Entrepreneur yang kreatif, yang memanfaatkan Teknologi Digital dalam bisnisnya.

Bagaimana respon mahasiswa yang hadir ? Dalam sesi tanya jawab, selalu muncul pertanyaan klasik. Bagaimana memulai bisnis jika tidak memiliki modal?

Ini persis dengan 3 kendala klasik yang selalu saya  share dalam berbagai kesempatan. Bahwa kendala utama Entrepreneur, pertama menyangkut sulitnya mendapatkan akses permodalan (access to capital), lalu akses pasar (access to market) dan akses pengetahuan (access to competence).

Untuk menjawab pertanyaan yang terkait permodalan tersebut, saya teringat dengan quotes inspiratif dari alm. Bob Sadino : “Bisnis itu hanya modal dengkul. jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain.” Quotes ini menarik bukan?

Bahwa di era Digital ini, kita harus menjadi Creative DigitalPreneur. Entrepreneur yang menggabungkan Creative Capital dengan Creative Business Model. Jadi kuncinya, kreatif

Saat ini investor bertebaran. Investor ibarat Creative Capital. Mereka punya modal sangat kuat. Mereka bisa berasal dari dalam negeri maupun pemain global. 

Mereka selalu mencari Entrepreneur yang menjalankan bisnisnya dengan kreatif, punya nilai tambah dan yang pasti secara jangka panjang prospeknya menjanjikan.

Dari mana investor tersebut menilai bisnis Anda? Ya, salah satunya adalah Business Model yang Anda pilih.

Saya mencuplik dari “10 Hyper Disruptive Business Model”, yang menggambarkan ada 10 Business Model di era digital yang mampu mengubah bisnis saat ini.

Menurutnya, saat ini berkembang 10 model bisnis kreatif di era digital yang bisa merusak tatanan pasar tradisional.

Pertama, menawarkan layanan dengan model berlangganan ke pelanggan. Kedua, freemium model, dimana pelanggan digratiskan mengakses layanan tertentu. Ketiga, The Free Model, dalam model ini yang diincar adalah data pelanggan.

Keempat, The Market Place dimana perusahaan memfasilitasi interaksi antara penjual dan pembeli. Kelima, Access over ownership dimana pelanggan tak membeli langsung produk tetapi dianggap sebagai bagian layanan.

Keenam, The Hyper Market dimana perusahaan bertindak sebagai hyper store yang menawarkan banyak lini produk. Ketujuh, The Experience model dimana perusahaan menawarkan pelanggan sebuah pengalaman yang belum pernah dirasakan. Kedelapan, The Pyramid, perusahaan hanya duduk menunggu pendapatan datang dari layanan yang ada

Kesembilan, The On Demand, perusahaan menghasilkan pendapatan dengan memberikan solusi yang cepat ke pelanggan. Di model bisnis  ini kecepatan dan kenyamanan hal yang utama.

Terakhir, kesepuluh, The Ecosystem, dimana perusahaan membangun produk dan layanan untuk mengikat pelanggannya. Contoh dari model bisnis ini sukses dijalankan Apple.

Ke-10 Business Model tersebut sangat mungkin terjadi di Indonesia. Sebut saja beberapa contoh, Kaskus, tokopedia dan gojek.

Hal ini dapat terjadi karena di era digital, masyarakat sudah terkoneksi satu sama lainnya berkat maraknya cloud computing serta ketersediaan perangkat mobile yang semakin canggih.

Jika Anda sudah memutuskan Business Model mana yang Anda pilih, tinggal rajin mencari informasi tentang investor . Faktor selanjutnya adalah kehandalan Anda berkomunikasi untuk meyakinkan investor untuk turut bergabung kedalam bisnis yang Anda tekuni.

Dalam artikel kali ini saya ingin berbagi strategi negosiasi untuk mampu menyakinkan pihak lain, yang saya ramu dalam bentuk three ways concept : Communication – Conduct – Critical, sebagai berikut :

1. COMMUNICATION

Ada banyak hal yg harus diperhatikan pada saat berkomunikasi untuk melakukan negosiasi. Disamping bicara/vokal, maka harus juga memperhatikan : penampilan, attention to detail, konsistensi dan  pemahaman lawan bicara.

Jangan pernah kelihatan gugup atau tidak menguasai materi yang sedang dibicarakan. Harus kelihatan meyakinkan. Jangan sampai malah pihak lain yang lebih faham, sehingga dapat menurunkan value Anda dimata mereka. Yakinkan diri Anda, bahwa Anda lebih faham dibanding mereka.

Menjadi pendengar yang baik juga tidak ada salahnya. Agar Anda dapat menangkap sinyal pihak lain, lalu memberikan argumen yang lebih meyakinkan.

2. CONDUCT

Melakukan negosiasi seperti berlari marathon dan lebih melibatkan banyak langkah. Prosesnya harus dilakukan dengan sabar dan effektif.

Irama perbincangan sebaiknya mampu dikelola. Jangan sampai terjadi percakapan yang tidak semestinya. Harus fokus pada inti negosiasi. Sesekali mencairkan suasana agar tidak terjadi kebuntuan.

3. CRITICAL

Ada banyak aspek critical yang berkontribusi pada saat berkomunikasi, diantaranya adalah creating some question : What do I want ?, Why the other party negotiate with me ? dan What are my options?

Setiap negosiasi harus clear dan closed. Ingat ABC : Always  Be Closed. Agar terjadi hal tersebut, maka pastikan hal-hal critical sudah terbahas dan difahami pihak lain.

Andai negosiasi pertama gagal, usahakan beri ruang untuk negosiasi berikutnya sepanjang ada visi yang sama dengan pihak lain tersebut, kecuali sebaliknya, maka segera mencari pihak baru yang lebih potensial.

Selamat Berbisnis.

(***)

Sumber: indotelko.com

Penulis adalah Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 1 Komentar

Kirim Komentar



Please wait...

TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...