Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Trik Menghadapi Turbulensi Bisnis


0

Great persons start the works because the want to change the world, not just make a sensation,” -Muhammad Awaluddin

Dalam penerbangan Jakarta - Makassar beberapa hari yang lalu, kira-kira satu jam sebelum mendarat di Bandara International Sultan Hasanuddin, Makassar, pesawat yang kami tumpangi memasuki cuaca buruk. Awak kabin segera mengumumkan untuk segera kembali duduk dan memasang seat belt demi keamanan.

Setelah melewati guncangan beberapa saat, pesawat kembali normal dan lampu kenakan seat bealt kembali dipadamkan. Saya mencoba menengok ke jendela, kondisi langit relatif cerah.

Mungkin guncangan tadi termasuk akibat dari adanya fenomena turbulensi, dimana pesawat memasuki kolom udara yang sedang bergolak tidak teratur akibat adanya benturan massa udara yang datang dengan kecepatan tinggi dari berbagai arah.

Seketika, saya mendapatkan ide bahwa dalam dunia bisnis, guncangan-guncangan bisa datang dari berbagai arah. Terkadang sulit diduga sebelumnya, bahwa guncangan akan datang dalam waktu singkat alias tak diperkirakan.

Ditambah kehadiran teknologi digital, terkadang sangat sulit memprediksi perubahan perilaku pasar dan peta persaingan. Pesaing bisa saja datangnya bukan dari pelaku bisnis sejenis dengan bidang bisnis yang dilakoni, namun bisa dari bisnis yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Revolusi digital membuat pelaku bisnis menjadi semakin global. Jarak tidak lagi menjadi isu. Dunia menjadi borderless, tanpa batas.

Saya teringat dengan buku The World is Flat : a Brief History of the Twenty-First Century karya Thomas L. Friedman (diterbitkan pertama kali pada tahun 2005) yang menganalisis dengan sangat bagus tentang Globalisasi pada awal abad ke-21, bahwa bumi ini seolah-olah datar.

Perkembangan dari satu lokasi dibelahan dunia lain, dengan sangat singkat dan semakin mudah diperoleh berkat teknologi digital. Bahkan apapun kini dapat dikendalikan dari jauh. Perusahaan Amerika dapat memproduksi barang di belahan dunia lain dengan sangat mudah.

Sebuah perusahaan dapat bekerja di berbagai penjuru dunia. Sekedar contoh, Desain produksi dilakukan di Amerika, lalu proses produksi di Tiongkok, tak ketinggalan proses riset di Inggris, pusat layanan di India, pengaturan tata niaga di Singapura, dan berbagai contoh lainnya. Dunia benar-benar menjadi borderless.

Anda dengan mudah berkomunikasi dan berinteraksi dengan pembeli di timur tengah, melakukan negoisasi dengan suplier dari Tiongkok, memeriksa stok barang dengan mitra logistik di Singapura, mengecek order penawaran dari India, membuka prospek dagang di Afrika Selatan, dan lain-lainnya. Kesemua aktifitas tersebut dapat Anda lakukan tanpa perlu mengunjungi negara tersebut, cukup dengan fasilitas video conference misalnya. Inilah peran teknologi digital yang semakin mempermudah proses bisnis Anda.

Kembali ke perjalanan tadi, setiba di Makassar, saya melanjutkan perjalanan ke Takalar via darat. Takalar, sebuah kota kabupaten yang berjarak sekitar 40 km dari Makassar, yang ditempuh kurang dari 2 jam.

Ada hal yang sangat luar biasa sehingga saya menyempatkan ke Takalar ini. Rupanya komitmen Bupati Takalar, Dr. Burhanudin SE, MSi, untuk memajukan UKM di daerahnya sangat luar biasa. Tidak tanggung-tanggung pihak Pemkab memutuskan untuk memfasilitasi akses internet dengan kecepatan bandwitdh 100 MBps.

Lokasi yang dikolaborasikan dengan program Kampung UKM Digital ini, merupakan lokasi Kampung UKM Digital pertama yang menggunakan akses internet true broadband 100 MBps. Ini yang menjadi penyemangat saya untuk turut hadir pada peresmian Kampung UKM Digital Taman Kota yang dikelola oleh PKK Takalar dan Komunitas Na Ciniki Mata Tawwa.

Bagi Telkom, kota Takalar ini tidak asing dalam program pemanfaatan teknologi digital. Tahun 2001 lalu, Takalar menjadi lokasi pilot project penerapan SIMTAP (Sistem Informasi Satu Atap) yang merupakan cikal bakal dari PTSP seperti saat ini yang banyak diimplementasikan di berbagai daerah.

Dengan kondisi cuaca yang cenderung panas, pihak Pemkab Takalar tidak ingin ketinggalan dalam pemanfaatan teknologi digital bagi masyarakatnya. Termasuk potensi UKM yang kini mulai disentuh dengan teknologi digital tadi, dimana pelaku UKM Takalar mulai diajak berbisnis online.

Terinspirasi dari Turbulensi dalam narasi pembuka diatas, dalam artikel kali ini saya ingin berbagi konsep Three Ways terkait dengan digital leadership, yang terdiri dari Turbulent – Transient – Transform.

Konsep ini menurut saya sangat penting, mengingat di era digital saat ini, pemimpin tidak dapat lagi dikatakan sebagai: orang yang tahu segalanya, orang yang bisa segalanya, dan orang memiliki kekuasaan tanpa batas.

Seorang pemimpin harus banyak bersinergi dan berkolaborasi dengan siapapun termasuk dengan anggota team pada level yang paling bawah sekalipun.

1. TURBULENT

Di era digital, seorang pemimpin harus paham dengan situasi lingkungan bisnis yang sangat dinamis dan terkadang menghadapi goncangan (TURBULENT) dari segala arah, termasuk dari internal.

Kata orang bijak, mawas diri untuk siap menghadapi datangnya guncangan dari sejak awal, jauh lebih baik dibanding terkaget-kaget menyambut datangnya guncangan tersebut.

Selalu menyiapkan diri dan tim untuk berubah atau bertransformasi adalah sebuah keniscayaan. Perilaku pasar kini sangat dinamis. Anda semakin sulit untuk mengatur trend pasar, karena pasar memiliki banyak pilihan dan kemudahan untuk switch atau berpindah ke penyedia jasa lainnya.

2. TRANSIENT

Seorang pemimpin harus paham bahwa tidak ada lagi kondisi bisnis yang terus menerus sustain karena situasinya dapat dengan sangat cepat berubah (TRANSIENT).

Guncangan kecil bukan berarti tanpa efek perubahan yang ditimbulkannya. Sekedar contoh, dulu untuk bertransaksi keuangan harus ke bank, lalu mulai tergeser dengan kehadiran ATM. Kini mobile apps, membantu kemudahan transaksi keuangan. Smartphone kini semakin sakti, termasuk dalam hal keuangan.

Fenomena kehadiran mata uang digital BitCoin di dunia maya, kini mulai menjadi perhatian khusus di beberapa negara termasuk Jepang. Bukan tidak mungkin kehadiran BitCoin ini akan merubah  model atau sistem keuangan kelak.

3. TRANSFORM

Menghadapi turbulent dan transient diatas, seorang leader harus dengan sangat cepat melakukan berbagai perubahan (TRANSFORM) apabila ingin tetap exist dan memiliki usaha yg berkelanjutan. Kuncinya segera mengambil keputusan untuk berubah.

Harus berani menjadi bagian dari perubahan yang terjadi jika tidak ingin menjadi korban perubahan tersebut.

Selamat Berbisnis!

(***)  


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...