Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis


0

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin)

Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-71, saya mencoba merangkai sebuah puisi sederhana yang menggambarkan perubahaan akibat kehadiran Teknologi Digital. Berikut kutipannya:

Energi Bernama Digital.

#MerdekaDigital&Berdaulat

Dulu, guru mengajar sebatas kelas,

Kini, guru menebar ilmu tak terbatas.

Dulu, pelajar mencari ilmu di perpustakaan,

Kini, pelajar menggali pengetahuan di genggaman.

Dulu, nelayan mencari ikan dengan memandang bulan,

Kini, nelayan dipandu menuju tempat berkumpulnya ikan.

Dulu, seniman mencari inspirasi sebatas pandangan,

Kini, seniman menggali inspirasi tanpa tantangan.

Dulu, saudagar menyeberangi lautan dengan kapal,

Kini, saudagar merambah benua lain dengan digital.

Dulu, UKM hanya memandang pasar lokal,

Kini, UKM bebas menjangkau pasar global.

Itulah sumber Energi bernama Digital,

Energi memperkaya makna Merdeka dengan Digital. 

Dunia harus tahu Indonesia bangsa yang hebat,

Indonesia Digital yang berdaulat

(Muhammad Awaluddin, Jakarta 17-08-16)

Melalui puisi ini, saya ingin menyampaikan bahwa Digital adalah sebuah energi perubahan. Kehadiran Teknologi Digital sangat banyak merubah kebiasaan dan perilaku masyarakat.

Bagi pembaca yang lahir sebelum era 80-an, tentu masih mudah mengingat bagaimana terjadinya Revolusi Digital. Semuanya terasa begitu pesat. Bukan lagi sekedar cepat, tetapi sangat pesat. Berbagai aplikasi dan perangkat digital kini bermunculan setiap saat.

Sekadar contoh sederhana, kurang dari 10 tahun, fungsi-fungsi menulis, merekam, kamera, musik, karaoke, kalkulator, keuangan, penyimpanan data, senter, kalender, jam, dan banyak lagi, kini Anda dapatkan hanya dalam satu perangkat yang bernama SmartPhone.

Mengutip akun @ValaAshar, beberapa perusahaan berbasis digital dimana 12 tahun lalu belum eksis, kini justru menguasai dunia, seperti : Facebook, Twitter, Youtube, Uber, AirBnB, Snapchat, Instagram, Fitbit, Spotify, Dropbox, Whatsapp dan Pinterest. Saat ini, siapa diantara pembaca yang tidak menggunakan salah satu akun sosial media atau aplikasi tersebut? Saya yakin hampir tidak ada.

Pada momen lain, tanggal 19 Agustus kemarin, saya cukup terkejut. Saya bersama tim merayakan pencapaian Kampung UKM Digital ke 300 di sebuah lokasi yang selama ini sangat terkenal menjaga kearifan budaya lokalnya, yakni Desa Ciboleger Kabupaten Lebak  Banten atau lebih dikenal dengan Kampung Baduy.

Warga Baduy, mulai bersentuhan dengan Teknologi Digital. Hasil kerajinan warga Baduy kini dapat dipesan melalui internet. Produk Baduy Go Global. Teknologi Digital bukan berarti menghilangkan kearifan budaya lokal, namun dapat berdampingan untuk saling perkuat. Pemanfaatan Teknologi Digital sangat tergantung siapa dibalik penggunanya. Itulah esensi internet positif.

Dalam artikel kali ini, ingin berbagi three ways concept yang berkaitan dengan pengalaman Telkom mengelola program untuk memajukan UKM Indonesia, yakni Kampung UKM Digital. Kebetulan pada saat yang sama di Baduy kemarin, saya mencanangkan kembali untuk dapat mewujudkan 1000 Kampung UKM Digital hingga Desember 2016 ini.

Saya menguraikannya kedalam bentuk Enriching program - Improving competence - strengthening ecosystem, sebagai berikut :

1. Enriching program

Agar sebuah program dapat berkelanjutan, maka selalulah untuk memperkaya konten dan aktifitas yang ada didalamnya. Hanya penambahan atau perubahan kontenlah yang akan menjadikan program semakin atraktif dan disenangi oleh pasar.

Kampung UKM Digital semakin lama semakin menarik. Jika pada awalnya hanya berupa penyediaan akses internet, kini para pelaku UKM di lingkungannya dapat mempelajari banyak hal, termasuk melakukan transaksi bisnis online di lokasi tersebut.

2. Improving competence

Hal kedua yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kompetensi para pelaku di lokasi. Baik yang bertugas sebagai administrasi, teknisi hingga pendamping bisnis.

Perkembangan bisnis begitu cepat, menuntut kemampuan para volunteer atau pendamping bisnis yang ada di Kampung UKM Digital juga harus senantiasa mempelajari hal-hal baru.

Kami juga mengajak banyak komunitas untuk bersama-sama dalam mengelola pendampingan bisnis ini, misalnya ABDSI sebuah komunitas yang mengkhususkan diri dalam pendampingan bisnis UKM.

3. Strengthening ecosystem

Hal terakhir, memperkuat ekosistem bisnisnya. Semakin beragam, semakin luas ekosistem  yang dibentuk maka semakin besar peluang untuk suksesnya sebuah bisnis.

Dalam pengelolaan Kampung UKM Digital, kami selalu berusaha untuk melibatkan banyak ekosistem. Ini sangat penting. Mulai dari suplier, distribusi, transportasi, hingga end-user. Semata-mata untuk menjamin agar bisnis UKM dapat berkembang dengan baik.

Selamat berbisnis

(***)

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015 dan Chairman of Indonesia Digital Society Forum, Muhammad Awaluddin. 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...

Kekuatan Connected di Ramadan

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Barang siapa bertaqwa kepada Al ...