Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Resep Sukses di Arena Baru


0

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai Direktur Utama.

Tentu amanah ini merupakan tantangan bagi saya, mengingat hampir seperempat abad saya mengabdi di Telkom.

Sektor bisnis yang dikelola Angkasa Pura II berbeda jauh dengan Telkom. Satu perusahaan mengurusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Angkasa Pura II bergerak dalam sektor bandar udara (bandara) baik skala nasional dan internasional.

Secara profesional, saya menerima amanah tersebut. Penugasan dari pemerintah yang dalam hal ini melalui Kementrian BUMN. Bagi saya, dimanapun tempat mengabdi, maka kita harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi sekitar yakni organisasi perusahaan dengan segenap resources di dalamnya. Bagi saya,  ini adalah salah satu makna dari profesionalisme.

Dalam urusan pekerjaan, saya selalu teringat dengan sebuah kutipan menarik dari Baghawad Gita, “Karmanye vadhikaraste ma phaleshu kada ehana” yang terjemahan bebasnya bermakna : Kerjakan seluruh kewajibanmu dengan sungguh-sungguh tanpa menghitung untung-rugi.”

Selama ini dalam berbagai kesempatan penyerahan surat penugasan (baik promosi maupun mutasi) ke tim internal di Telkom, saya sering mengingatkan bahwa kunci untuk sukses di berbagai bidang penugasan, cukup sederhana, ingat 3B : Belajar, Berkontribusi maksimal dan Berprestasi. Jadi kunci yang pertama adalah belajar.  Sekali lagi belajar.

Manfaatkan segala indera untuk menyerap berbagai ilmu di bidang baru tersebut. Ini yang sangat penting. Jika Anda dalam tahap belajar ini sukses, maka memberikan kontribusi menjadi lebih mudah.

Maksimalkan segala potensi untuk berkontribusi. Tidak usah fikirkan karier selanjutnya, karena jika Anda berprestasi, maka secara otomatis karir Anda akan meningkat.

Saya sendiri selalu belajar dari berbagai sumber. Kebetulan di Telkom, banyak mentor dan guru hebat sebagai sumber belajar, termasuk rekan kerja dan tim saya. Mereka saya jadikan sebagai tempat menyerap ilmu, sehingga penugasan dimanapun saya selalu siap.

Salah satu contoh, Pak Arief Yahya, saat menjadi Direktur Utama Telkom, tiada lelah mengingatkan filosofi budaya kerja “Always the Best”. Kami diajak senantiasa memberikan yang terbaik pada posisi apapun. Filosofi budaya Always the Best ini banyak mengilhami saya dalam berkontribusi dalam bidang apapun. 

Jadi, intinya bekerja bukan semata-mata untuk diri pribadi namun untuk tim dan perusahaan adalah utama. Kehadiran kita sebagai leader adalah bagaimana membawa gerbong perusahaan plus isinya untuk bergerak maju dan berkesinambungan.

Nah, dalam artikel kali ini, saya ingin berbagi pengalaman hal-hal terkait dengan strategi memajukan sebuah bisnis. Strategi ini sering saya gunakan dalam penugasan di area baru. Termasuk di Angkasa Pura II, saya mencoba menerapkan konsep tersebut.

Sebagai informasi, bahwa saat ini Angkasa Pura II tengah menjalani suatu proses transformasi. Sedang berubah untuk menuju menjadi lebih baik, di mana secara nyata transformasi yang dilakukan adalah untuk membawa Angkasa Pura II menjadi perusahaan yang mengelola bandara berkelas dunia.

Konsepnya sederhana, making Bigger, making Broader dan making Better, sebagai berikut :

1. Making BIGGER

Jika ditarik ke belakang, mengapa stakeholder perusahaan atau organisasi menunjuk Anda sebagai leader dalam suatu penugasan?

Jawaban singkatnya, kehadiran kita sebagai leader adalah untuk membawa eksistensi perusahaan menjadi lebih besar, lebih berkembang dan maju. Inilah mengapa saya menulis “making Bigger”. Pikiran pertama kita adalah bagaimana menempatkan diri sebagai leader untuk memajukan perusahaan. Melanjutkan strategi leader sebelumnya adalah sah-sah saja, tapi jangan lupa untuk mengarahkan fikiran untuk membawa perusahaan menjadi lebih maju.

Cara paling mudah adalah menentukan sumber benchmark dari pelaku bisnis lainnya. Lalu tetapkan strategi untuk mengejar titik benchmark tadi, minimal membangun semangat untuk melampauinya.

2. Making BROADER

Selanjutnya, perluas jangkauan bisnis Anda. Ini menyangkut soal peluang bisnis yang ada. Gali sumber bisnis yang lebih menguntungkan perusahaan.

Strategi ini tentu sangat berkaitan dengan making Bigger sebelumnya. Mencari peluang adalah salah satu kunci untuk memajukan bisnis. Manfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki. Jangan pernah takut menggunakan bisnis model baru (new business model). Birokrasi yang menghambat laju bisnis, segera ganti.

Sebaiknya Anda segera melirik penggunaan Teknologi Digital untuk mendukung proses bisnis. Ini yang selalu saya tuliskan, manfaatkan Teknologi Digital sebagai pemicu dan pemacu bisnis.

3. Making BETTER

Terakhir, kedua hal di atas, tidak akan berhasil jika sumber daya yang Anda miliki tidak dikelola dengan baik. Pastikan sumber daya manusia (SDM) yang Anda miliki mendapat pengetahuan yang baik serta didukung organisasi yang tepat. Penyiapan SDM sangat penting, karena mereka adalah motor penggerak utama dari jalannya perusahaan. Pastikan mereka semua adalah yang terbaik di bidangnya.

Selamat berbisnis.

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Utama PT Angkasa Pura II dan Mantan Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...

Kekuatan Connected di Ramadan

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Barang siapa bertaqwa kepada Al ...