Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Mengubah Mimpi Menjadi Kenyataan


0


Dreams are extremely important. You can’t do it unless you imagine it, – Impian sangatlah penting. Anda tidak akan dapat melakukan apa-apa sebelum Anda membayangkannya.”

Dalam penerbangan dari Jakarta menuju Kuala Namu Medan jelang Bulan Ramadan lalu, di pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi, saya sempat menonton film Toba Dreams, karya dan ide dari Letjen TB. Silalahi (yang biasa dipanggil Pak TEBE, tokoh masyarakat Batak Toba yang sudah sangat dikenal).

Film ini sangat menarik. Inti dari film Toba Dreams yaitu menceritakan tentang kisah kehidupan Sersan TEBE yang mengurus anak-anaknya dengan penuh perjuangan. Bagi Sersan TEBE mengurus dan membesarkan anak tak semudah yang dia pikirkan selama ini.

Terlebih ketika anak sulungnya yang bernama Ronggur yang memberontak padanya karena mencintai seorang wanita yang berbeda agama bernama Andini. Ronggur sendiri berusaha untuk mengubah nasibnya dengan melakukan berbagai cara demi mencapai yang dia inginkan.

Terlepas dari tontonan film tadi, saya terinspirasi dengan kata TOBA itu sendiri menjadi sebuah akronim : “Threats and Opportunities Become Admireably”.

Inti kalimatnya adalah : Bagaimana mengubah tantangan dan peluang didepan mata yang  kadang kadang masih harus dihadapi menjadi sebuah keberhasilan yang mengagumkan.

Saya mencoba menguraikannya untuk menjadi inspirasi bagi kita semua, melalui artikel ini.

Saya sangat meyakini bahwa Impian dimiliki oleh orang orang yang percaya akan masa depan. Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya.

Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan teknologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi.

Kebanyakan orang hanya menganggap mimpi adalah suatu hal yang sepele dan hanyalah khayalan semata. Seharusnya mimpi yang kita punya jangan hanya dijadikan sebuah khayalan saja, tapi jadikan juga sesuatu tujuan (goal) yang ingin kita raih dan kita idam-idamkan untuk menjadi kenyataan di masa depan atau bisa kita sebut dengan IMPIAN. Kita harus mengubah mimpi kita menjadi impian, karena apabila menjadi sebuah impian kita bertekad dengan sungguh-sungguh dalam menggapainya.

Tapi perlu diketahui bahwa mimpi yang sudah menjadi impian-pun tidak ada artinya apabila tidak ada usaha untuk merealisasikannya menjadi kenyataan. Intinya, Bangunlah dari tidur kita lalu capai dan raihlah impian kita!

Saya pernah mendengar kata yang sangat menginspirasi dari film Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yaitu, "Bukanlah seberapa besar mimpi Anda, tapi seberapa besar Anda berbuat untuk mimpi Anda."

Seringkali kita dengar, "Kalau mimpi jangan tinggi-tinggi! Kalau jatuh nanti sakit!" Banyak orang yang tidak berani bermimpi dan memiliki impian tinggi karena kalau jatuh sakit.

Disini saya coba mengutip sebuah kuitpan dari Presiden Soekarno, “Bermimpilah setinggi langit, walaupun jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang”.

Hal lain, Impian Merupakan Sumber Motivasi. Karena sebenarnya tidak ada salahnya memiliki mimpi setinggi mungkin, asal kita bisa mengubahnya menjadi sebuah impian dan punya komitmen yang kuat dalam menggapainya. Banyak orang yang bermimpi setinggi mungkin tapi tidak menjadikannya sebuah impian, sehingga mimpi tersebut hanyalah menjadi angan-angan belaka.

Simak kisah nyata dari Kolonel Sanders! Impiannya untuk membangun suatu restoran dengan konsep franchise ditolak oleh ribuan orang, dan pada orang ke-1007 barulah mimpinya diterima.

Sahabatku, bayangkan komitmen dari Kolonel Sanders begitu kuat! Jatuh-bangkit sampai ribuan kali pun ia tetap memiliki komitmen sekeras baja. Maka dari itu, bermimpilah lalu ubahlah menjadi sebuah impian dan berkomitmenlah pada impian kita tersebut.

Semua orang-orang sukses di dunia tidak akan pernah sukses tanpa punya mimpi di awal karirnya. Karena saat kita bertekad untuk mau menjadi orang sukses, yang PALING penting itu bukanlah berani gagal, take action, bangkit setelah jatuh, mental baja.

Bagaimana kita mau melakukan itu semua kalau mimpi dan tujuan belum ada? Maka yang paling penting, pertama kali, adalah PUNYA MIMPI.

Tanpa adanya mimpi dan impian dari Thomas Alva Edison, Wright bersaudara, Graham Bell dan Albert Einstein sekarang manusia di bumi mungkin tidak mengenal yang namanya lampu bohlam, pesawat terbang, telepon dan teori relativitas. Itu mengatakan bahwa segala sesuatu berawal dari mimp. Terakhir, Impian Menciptakan Energi Besar untuk Berprestasi.

Ada suatu kisah menarik dari seorang legenda basket dari Amerika yaitu Michael Jordan, berawal dari mimpi yang dijadikannya sebuah impian yaitu menjadi seorang pemain basket terkenal. Suatu hari dengan impian dan tekad yang kuat, ia mengikuti perkemahan basket.

Di sana ia sangat memukau, Michael memiliki kecepatan dan ketepatan melempar bola sangat akurat. Tidak ada satu orang peserta yang dapat menghentikannya dan ia pun yakin kalau ia akan lolos masuk ke tim basket universitasnya.

Sampai pada akhir dari perkemahan, pelatihnya mengatakan bahwa Michael tidak dapat lolos ke tim basket karena tingginya kurang untuk seorang pemain basket. Seharian ia menangis dan menyendiri, sampai ia sadar dan bertekad bahwa impiannya harus dapat tercapai. Ia akan membuktikan kepada pelatih basketnya bahwa ia pantas masuk tim basket. Kita saat ini semua tahu bahwa Michael Jordan adalah seorang legenda basket dunia.

Terinspirasi dari kisah diatas, ada dua pilihan yang harus kita pilih, yaitu melanjutkan mimpi indah kita ATAU membuat impian kita menjadi kenyataan yang indah.

Lantas, bagaimana seorang pemimpin harus berani bermimpi lalu menjadikannya sebuah impian dan menjadi kenyataan yang indah?

Saya ingin berbagi dalam bentuk three-ways concept, yang kali ini saya menggunakan kalimat negatif yang bermakna “LARANGAN”. Untuk dapat mewujudkan impian, maka pemimpin dilarang keras atau harus menghindari 3 hal berikut ini, Drop – Down – Desperate, sebagai berikut :

1. DROP

Gampang goyah, tidak teguh. Mudah membatalkan apa yang sudah menjadi mimpi dan cita cita, padahal kadang kadang belum dicoba apalagi dijalankan.

Sekilas cerita diatas, tentang Wright bersaudara yang menemukan pesawat terbang. Bagaimana mungkin manusia bisa terbang karena tidak memiliki sayap seperti burung. Namun dengan gigih, mereka berhasil meyakinkan publik, bahwa dengan ilmu dan teknologi, manusia pasti bisa terbang.

2. DOWN

Tidak tahan kritik, kurang tough. Kritik harusnya menjadi penyemangat dan bukan penghambat. Mental yang teguh menjadi kunci untuk tidak down.

Saat ini memang banyak beredar “bully” di dunia maya. Entah maksudnya apa, yang pasti bully lumayan mengganggu. Namun, tidak sedikit juga orang yang semakin kuat berkat adanya bully-an tersebut. Dia mengganggap sebagai kritik membangun, bukan sebagai kalimat demotivasi.

3. DESPERATE

Mudah putus asa dalam mengejar mimpi. Tidak mudah mengejar mimpi. Perlu perjuangan dan kerja keras.

Mencapai impian memang tdk mudah. Pada saat ada hambatan, kadang kala ia tidak menyadari ada 100 orang yang mendukung mimpinya. Percayalah saat 1 pintu tertutup, masih ada 100 pintu terbuka. Hanya saja terkadang kita sudah 3D dulu sebelum menemukan 100 pintu terbuka itu. Saat kita punya komitmen, jatuh dari impian setinggi apapun hanya terasa seperti tersandung batu kerikil.

Selamat Berbisnis.

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...