Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Mengelola pengalaman dengan 3R


0

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.”

Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media perihal akuisisi Yahoo oleh Verizon. Dikabarkan Verizon Communications Inc (Verizon) telah mengumumkan akan mencaplok Yahoo! senilai US$ 5 miliar.

Tentu aksi korporasi ini tak mengejutkan jika melihat kondisi keuangan dan performa Yahoo! sejak beberapa tahun belakangan. Sudah menjadi rahasia umum, Yahoo! kedodoran di bisnis iklan digital melawan Google atau Facebook.

Padahal, Yahoo! termasuk pionir dalam memperkenalkan internet kepada banyak pengguna di seluruh dunia. Sinyal Yahoo! mulai melempar handuk putih dan mencari mitra terlihat pada Februari lalu dimana mengumumkan sedang mencari “alternatif strategis” bagi bisnis internet utamanya. Lebih lanjut dapat Anda baca di Editorial IndoTelko edisi 31 Juli 2016: Pelajaran dari akuisisi Verizon terhadap Yahoo!

Persaingan bisnis di era digital saat ini sangatlah ketat. Umur produk menjadi sangat singkat. Demikian halnya usia bisnis, sangat dinamis. Terkadang usia produk tidak lagi sempat menyentuh level mature, sudah langsung menuju decline. Ini yang perlu menjadi perhatian bagi wirausahawan Indonesia.

Sebelum lanjut dengan kasus lain, saya mencoba mengingatkan sekilas tentang teori Product Life Cycle (PLC) yang umum dibahas dalam konsep manajemen produk.

PLC biasanya memiliki 4 tahapan, yakni : Perkenalan (Introduction), Pertumbuhan (Growth), Dewasa (Maturity) dan terakhir Penurunan (Decline). Masing-masing produk termasuk organisasi bisnis, mengalami tahapan tersebut. Hal yang membedakan adalah rentang waktu dimana mereka berada. Bisa cepat, lambat dan terkadang sangat singkat.

Mungkin Anda pernah mendengar salah satu produk Telkom yang pernah berjaya sebelum era mobile ada seperti sekarang. Layanan tersebut berbasis teknologi pengiriman data melalui sentral telex. Nama produknya dikenal dengan nama Telegram. Ngetren banget ini barang di jamannya kalau menggunakan istilah anak muda sekarang.

Telegram ini memiliki keunggulan kecepatan penyampaian informasi tiba ke alamat tujuan. Ibarat mengirim pesan, Anda cukup datang ke kantor Telkom, lalu menuliskan pesan untuk dikirim melalui layanan Telegram, maka pada hari yang sama akan tiba di alamat tujuan. Pesan yang diketikkan melalui mesin telex lalu diantar oleh petugas caraka ke alamat tujuan.

Dulu, telegram banyak digunakan untuk menyampaikan kabar suka dan duka cita ataupun kabar lainnya. Terlebih jika tiba masa hari raya keagamaan, layanan Telegram banyak diminati untuk kirim ucapan selamat hari raya. Telkom sempat melakukan inovasi produk dengan layanan telegram indah, dimana amplop yang diterima bergambar khusus.

Seiring lahirnya teknologi seluler, layanan telegram ini lambat laun ditinggal. Layanan SMS menjadi alternatif kirim pesan singkat. Lalu muncul layanan BBM, instant messaging dan social media.

Perkembangan internet yang semakin meluas dan cepat, menyebabkan layanan telegram tadi semakin tergerus dan kehilangan penggemar. Produknya masuk ke tahapan decline sehingga Telkom terpaksa segera menutup layanan tersebut, sekitar tahun 2010.

Saat ini rupanya brand Telegram kembali muncul. Bukan lagi layanan kirim pesan berbasis telex, tetapi sebuah aplikasi instant messaging.

Aplikasi yang diluncurkan sejak 2013 oleh dua bersaudara asal Rusia, Nikolai dan Pavel Durov ini mampu menampung member super group hingga 5000 member. Dengan keunggulan tersebut, aplikasi telegram mulai banyak diminati masyarakat Indonesia.

Bahkan, kini telegram memiliki 100 juta pengguna aktif setiap bulannya. Trennya mengikuti perkembangan aplikasi whatsapp (WA) yang kini telah digunakan lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia.

Dari narasi pembuka, belajar atas kasus yang dialami Yahoo dan Telegram, kita dapat memetik pelajaran pentingnya memahami tahapan PLC dari sebuah produk. Saat kapan harus menumbuhkan, hingga saat kapan harus mematikan produk tersebut.

Untuk menjadi pemenang dalam persaingan, seorang wirausahawan harus memahami “How to Develop a New Strategic Direction”.

Dalam artikel kali ini, saya ingin berbagi menggunakan three ways concept : Rethink the past – Reconsider the present – Reimagine the future, sebagai berikut :

1. RETHINK THE PAST

Saya mencuplik Editorial dari Indotelko tentang kasus Yahoo! diakusisi Verizon. Bahwa pelajaran yang dapat dipetik adalah nilai tragis dari pembelian Yahoo! Dilihat dari nilai akuisisi, jika dikonversi ke rupiah, nilai yang ditebus Verizon hanya Rp 65 triliun. Coba bandingkan dengan valuasi Yahoo! yang kabarnya Rp 1.300 triliun atau mahar yang siap ditebus Microsoft beberapa tahun lalu sekitar Rp 650 triliun. Sial sekali! Itulah ungkapan yang tepat. 

Padahal, Yahoo! memiliki Yahoo! Messenger atau flickr. Sejumlah kalangan menilai Yahoo! berbeda dengan Google dalam mengantisipasi perubahan di bisnis internet. Yahoo! seperti terlena dan  meremehkan pemain baru dan kecil. 

Pameonya, Yahoo! terkena penyakit khas inovator, terlalu yakin dengan produk sendiri. Kesimpulannya, di era digital Anda tak cukup hanya menjadi inovator, tetapi harus memiliki insting bisnis yang tajam agar tahu kapan masuk atau keluar gelanggang dengan kemenangan.

Seorang wirausahawan harus sesekali melihat ke masa lalu, sebagai cara untuk introspeksi sebelum memutuskan strategi kedepan.

2. RECONSIDER THE PRESENT

Layanan Telegram berbasis teknologi telex yang pernah populer, oleh Telkom terpaksa ditutup setelah melihat pasarnya sudah decline, tidak ada lagi yang menggunakan. Menajamkan intuisi untuk membaca kondisi pasar dan persaingan saat ini, menjadi penting. Agar selalu tepat dalam mengambil keputusan.

Jika sebuah produk harus ditutup, maka strategi tersebut harus diyakini tepat. Agar kerugian tidak menggerogoti perusahaan tentunya.

Jika harus melakukan inovasi, maka pilihlah inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

3. REIMAGINE THE FUTURE

Aplikasi instant messaging telegram, yang memahami pentingnya percakapan antar sesama komunitas atau group, berinovasi dengan menciptakan layanan supergroup yang mampu menampung 5000 member. Telegram juga dapat digunakan dengan lebih cepat dan ringan karena menggunakan cloud service.

Fitur kirim terima file dapat dilakukan melalui aplikasi ini dengan mudah. Bahkan pembukaan channel untuk group juga sangat mudah dan aman.

Di era digital, kelahiran produk-produk inovatif tidak dapat dibendung lagi. Penetrasi internet serta harga smartphone yang semakin terjangkau akan menyebabkan perubahan prilaku pasar dengan cepat juga. Dibutuhkan intuisi yang lebih tajam untuk menangkap segala peluang kedepan.

Selamat berbisnis!

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...

Kekuatan Connected di Ramadan

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Barang siapa bertaqwa kepada Al ...