Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Membawa Kearifan Lokal Go Global


0

“Disciplne is the Connector of Target and Great Achievement,” (Muhammad Awaluddin)

Masih dari pengalaman selama perjalanan Safari Ramadan : Telkom Comes 2 U. Kali ini, dalam waktu hanya selang sehari, saya mendapatkan inspirasi luar biasa dari dua pejabat pemerintahan.

Pertama, pada saat silaturahmi ke Bupati Purwakarta (16/06/16). Sosok Bupati Purwakarta yang merupakan budayawan sekaligus tokoh politikus ulung ini, sangat menarik. Beliau menyampakan banyak hal yang dapat menjadi renungan dalam menyikapi kehidupan, khususnya kehadiran Teknologi Digital.

Menurut Bupati Purwakarta Kang H. Dedi Mulyadi, SH, bahwa ada tiga era yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Pertama, Era mistis atau kentalnya nuansa adat budaya lokal yang secara turun temurun berlaku di tengah masyarakat.

Lalu, era rasional, dimana unsur ilmu pengetahuan modern sudah mulai masuk. Modernisasi yang ditandai dengan kehadiran sistem otomatisasi atau berbagai produk-produk mekanik. Terakhir, kehadiran Information & Communication Technology (ICT) atau yang lebih dikenal dengan Revolusi Digital.

Ketiga era tersebut, saat ini bercampur baur. Terkadang menjadi tidak jelas, sehingga melahirkan produk  yang kecendrungannya terkadang menuju negatif. Hal ini yang harus lebih difahami atau ditata agar masing-masing era dapat menjadi prositif.

Lebih lanjut, Kang H. Dedi, menceritakan contoh sederhana, bahwa tidak selamanya kehidupan mistis itu berarti kemunduran. Selama sebuah lingkungan masyarakat mempertahankan adat istiadatnya dengan disiplin, maka kebahagiaan dan ketentraman masyarakatnya tetap terjaga. Contohnya, kehidupan masyarakat Baduy di Banten.

Masyarakat Jepang, juga menjadi contoh oleh Kang H. Dedi, bahwa meskipun perkembangan modernisasi di Jepang luar biasa, namun masyarakatnya tetap mampu menjaga norma-norma adat atau budaya dalam keseharian, justru menghasilkan tatanan kehidupan yang tertib dan maju.

Kehadiran Teknologi Digital saat ini, seharusnya menjadi sarana atau alat untuk menjadikan tatanan masyarakat yang lebih beradab, teratur dan modern dengan tanpa menghilangkan norma budaya lokal yang ada. Menurut saya, mungkin ini yang dimaksud bagaimana menjaga kearifan lokal di tengah peradaban global.

Dalam kesempatan yang sama, saya turut hadir di tengah-tengah masyarakat Cibeber Kabupaten Purwakarta, yang menghadiri peluncuran Kampung Gaul. Ide ini sangat menarik, bahwa masyarakat desa tersebut harus belajar dan mampu mendapatkan manfaat dari kehadiran internet.

Pemda membantu masyarakat desa dalam bentuk penyediaan akses internet, sehingga masyarakat dapat menikmati akses internet untuk belajar termasuk memasarkan produk lokal melalui bisnis online.

Kang H. Dedi mengupayakan seluruh desa di Purwakarta terjangkau akses internet, kecuali kampung adat. Khusus kampung adat tadi, akan menjadi lokasi istimewa. Bahwa terkadang manusia membutuhkan kehidupan yang jauh dari sentuhan ICT, dimana daerah tersebut menjadi blank spot, sehingga otak dan pikiran kita fokus menikmati kekayaan alam yang ada.

Pengalaman kedua, sehari setelahnya (17/06/16), saya melakukan silaturahmi ke Pemkot Solo. Dalam kesempatan peluncuran Kampung UKM Digital di sentra batik Laweyan Solo, Wakil Walikota Solo Dr. Achmad Purnomo, menyampaikan sebuah renungan menarik yang juga mirip dengan cerita Kang H. Dedi di atas, bahwa era kehidupan masyarakat Indonesia terdiri dari; tradisional – modern – digital.

Masyarakat Solo yang terkenal dengan budaya lokal-nya, seyogyanya mampu menggunakan kahadiran Teknologi Digital untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. Termasuk bagi pelaku bisnis batik Solo, dengan Digital diharapkan mampu memasarkan produk lebih luas lagi. Batik Solo akan semakin mengglobal yang pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari dua pengalaman tadi, saya mendapatkan optimisme bahwa kehadiran Teknologi Digital akan mampu menjadi sarana pendongkrak (enabler) untuk percepatan potensi masyarakat lokal untuk meng-global, selama kehadiran ICT tersebut benar-benar dimanfaatkan secara positif dan berkelanjutan.

Terinspirasi dari narasi pembuka di atas, dalam artikel kali ini  saya ingin berbagi melalui  three ways concept, faktor-faktor apa saja yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin agar proses transformasi digital bagi institusi dan lingkungannya dapat berhasil. Saya mengistilahkan dengan, Determination – Dedication – Discipline, sebagai berikut:

1. DETERMINATION

Seorang pemimpin harus memiliki tekad yang luar biasa. Pemimpin bukan hanya sekedar memiliki impian yang dituangkan dalam bentuk visi & misi, namun kekuatan tekad untuk menjadi penentu. Gerakan masyarakat atau tim dalam organisasi sangat tergantung seberapa besar tekad dari pemimpinnya untuk berubah. Semakin kuat, maka transformasi akan berjalan dengan cepat.

Pemkab Purwakarta maupun Pemkot Solo adalah sebagian kecil contoh pemimpin yang memiliki tekad membangun daerahnya dengan tekad luar biasa. Saya yakin masih banyak pemimpin daerah lain yang juga memiliki tekad untuk membawa daerahnya semakin maju.

2. DEDICATION

Selanjutnya, faktor pengabdian dari pemimpin tadi. Pemimpin harus rela mengalokasikan kapling kehidupan sehari-harinya lebih besar untuk memikirkan kemajuan masyarakat yang dipimpinnya, dibanding kepentingan pribadinya .

Pengabdian adalah kunci jika ingin mendapatkan respon positif dari tim. Masyarakat atau tim dalam organisasi bisnis memiliki hak untuk menilai seberapa besar pengabdian pemimpinnya dalam mengelola organisasi. Pengabdian berwujud dari tingkah laku dan strategi yang dilakukan dalam mengelola institusi/organisasi.

3. DISCIPLINE

Terakhir, tak kalah pentingnya adalah kedisiplinan. Strategi yang sudah ditetapkan akan menjadi sia-sia jika tanpa dibarengi kedisiplinan dalam menjalankannya.

Ketaatan dalam menjalankan road-map, blue-print atau aturan apapun namanya, menjadi kunci keberhasilan dalam proses transformasi digital. Disiplin bukan hanya menjadi rambu-rambu untuk menjaga agar semuanya berjalan pada rel yang ditentukan, namun lebih dari itu.

Ibarat kata Kang H. Dedi, biarlah masing-masing era kehidupan tadi berjalan berdasarkan ruang yang dimilikinya, kita harus taat agar tidak menjadi bercampur baur dalam satu titik yang justru kita kebingungan mau kemana dan ujungnya adalah kekacauan.

Hanya dengan disiplinlah yang akan menjaga agar semuanya berjalan secara tertib dan berkesinambungan.

Selamat Berbisnis.

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...