Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Membangun Budaya Digital


0

“Work hard, dream smart, and stay humble.” (Muhammad Awaluddin)

Siapa yang tidak kenal Pasar Tanah Abang. Sebuah Pusat Perbelanjaan Tekstil grosir maupun eceran terbesar di Asia Tenggara. Bayangkan, ada 20.000 lebih pedagang yang aktif menjual produknya disana. Perputaran omzet dagang diyakini jumlahnya miliaran rupiah setiap hari.

Dalam sebuah kesempatan, saya menyempatkan mengunjungi Pasar Tanah Abang ini. Ketertarikan saya tertuju pada banyaknya tulisan pada plang toko/kios yang menuliskan “online shop”. Padahal sangat jelas, kios tadi menjadi etalase jualan. Pakaian jadi, sepatu, boneka, kain, asesoris dan produk lainnya terpajang rapi di kios tersebut.

Seorang pedagang bercerita perkembangan “online shop” ini sangat menggembirakan. Pertumbuhan kios semakin marak. Omset juga semakin naik. Modalnya cukup komputer, smartphone dan akses internet serta aplikasi sederhana.

Model pemasarannya sangat sederhana. Umumnya mereka memanfaatkan media sosial: Facebook, Instagram, Whatsapp, BBM. Teknisnyapun sangat sederhana, foto produk menggunakan kamera handphone, lalu upload di akun miliknya, tinggal tunggu order. Untuk memperbanyak kontak, mereka rajin mengikuti berbagai jaringan komunitas, iklan melalui media sosial, serta model word of mouth.

Rupanya dengan model tersebut, sudah sangat lumayan mengangkat penjualan. Saya juga mendapatkan sebuah kisah sukses dari mitra kami Grosir Bersama (Grober), bahwa salah satu merchantnya bernama Pak Usman, saat ini memiliki 8 kios di Blok B berkat Teknologi Digital. Nama kiosnya juga sangat unik, Persiden. 

Dari kunjungan dan cerita tadi, saya mengatakan fenomena “online shop” ini sangat unik. Agak paradoks. Pedagang memiliki kios fisik, atau toko offline, tetapi pada saat yang sama mereka melakukan penjualan via online. Banyak kasus, karena buka toko online, maka tidak perlu menyewa kios  untuk membuka toko offline-nya. Bisa saja penyimpanan barang di garasi rumah atau menjadi perantara produk orang lain.

Merujuk kisah dari Pak Usman, bahwa pembeli mereka masih butuh datang ke kios. Pembeli akan merasa yakin melakukan order via online setelah melihat toko offline-nya. Ini juga yang menyebabkan Pak Usman hingga kini sudah membuka 8 kios dan akan bertambah terus.

Menarik bukan ? Jadi masih ada perkawinan antara toko offline dengan toko online tadi. Sejak memanfaatkan penjualan online, Pak Usman mengaku terjadinya peningkatan penjualan hingga 70% dibanding jika hanya menjual melalui toko offline.

Sepintas terlihat bahwa Teknologi Digital membawa manfaat luar biasa dalam bisnis. Meskipun saat ini kebanyakan pedagang masih menggunakan Teknologi Digital secara sederhana via media sosial, saya meyakini kedepannya, cepat atau lambat, para pedagang akan mulai memanfaatkan model bisnis online via marketplace atau aplikasi yang lebih kompleks.

Ini terlihat dari salah satu startup yang menjadi mitra Telkom, Grosir Bersama tadi, hingga kini sudah menggandeng seribuan pedagang di Tanah Abang untuk bergabung.

Jika Anda mampir di lokasi Grosir Bersama, Blok B lantai 3B Pasar Tanah Abang, jangan kaget melihat antrian pemotretan produk pedagang setiap hari. Ini menunjukkan para pedagang mulai semakin sadar pemanfaatan Teknologi Digital ini.

Terinspirasi dari kunjungan ke Tanah Abang tersebut, ada hal yang cukup menggembirakan bahwa budaya akan pemanfaatan Teknologi Digital kini sudah mulai tumbuh dan marak, istilah sederhananya : Digital Culture.

Dalam artikel kali ini, saya ingin berbagi sedikit tentang Digital Culture tersebut dengan konsep three-ways 3-B , yang akan menjadi dasar bagi pelaku UKM untuk mendorong penguatan  pondasi digital culture yang baik:

1. Stop BLAMING others

Istilah ini semacam motivasi untuk meyakinkan diri bahwa jangan pernah menyalahkan orang lain. Semakin sibuk menyalahkan orang lain, maka semakin lupa untuk membangun sisi positif diri sendiri.

Dalam dunia digital, khususnya di Media sosial, perilaku bully cukup banyak. Tentu sikap seperti ini adalah hal yang wajib dan patut dihindari. Saatnya berhenti untuk menyalahkan orang lain. Fokus pada kekuatan diri.

2. Be BRAVE

Bangun keberanian untuk memulai bisnis atau mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital. Digital akan membantu mempermudah proses bisnis Anda.

Tidak usah malu dan takut akan kendala bahasa di dunia digital. Saya teringat cerita pak Abdinur dari Jambi, dia tidak pernah merasa bahasa menjadi kendala untuk berkomunikasi via online dengan pembelinya di luar negeri. Alasannya sangat sederhana, cukup buka google translate, segala bahasa mudah difahami.

3. BELIEVE in yourself

Terakhir, selalu percaya akan kemampuan diri. Ini sangat penting dalam berbisnis. Pembeli tidak sekedar membeli produk Anda. Namun pada saat yang sama mereka sedang membeli personal brand Anda. Jika Anda percaya diri, maka pembeli juga semakin percaya pada Anda.

Pak Usman tadi mampu membuka 8 kios, dimulai dari keyakinan percaya diri yang luar biasa. Termasuk keberaniannya untuk terjun memanfaatkan Teknologi Digital disaat banyak sesama rekan pedagang yang masih belum mau memanfaatkan Digital.

Selamat berbisnis

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...