Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Memahami Kebutuhan Pasar dengan UCE


0

“If your business is not online, then your business will be no where,” (Muhammad Awaluddin)

Salah satu inovasi yang diluncurkan Telkom pada awal tahun 2016 ini adalah pembentukan layanan SOBAT-UKM atau Solusi Bisnis Sahabat UKM dengan multi akses, seperti contact center 1500-249, website www.sobat-ukm.com yang menyediakan berbagai alternatif chat (webinar, live chat, video call), hingga konsultasi offline.

Kesemua akses tersebut dibuka demi kemudahan para pelaku UKM untuk”curhat” tentang bisnis yang sedang dijalaninya.

Mundur ke belakang, inisiatif kelahiran layanan SOBAT-UKM ini bukanlah tiba-tiba, namun telah melewati berbagai pengalaman dalam mengelola layanan terhadap segmen UKM ini.

Lesson learned-nya sangat banyak. Saya sering menyatakan bahwa mengelola segmen UKM ini butuh nafas panjang dan kesabaran.

Ini bisa dimaklumi , mengingat pelaku UKM Indonesia tingkat pemanfaatan Information & Communication Technology (ICT) masih rendah.

Nah, dari berbagai pengalaman tersebut, maka Telkom meluncurkan layanan SOBAT UKM, yang menurut saya sangat tepat untuk meningkatkan pengetahuan UKM (access to competence).

Saya meyakini belum ada operator telekomunikasi yang menyediakan layanan seperti ini. Dimana Telkom menyediakan secara fisik, agen-agen yang bekerja selama jam kerja dibantu para ahli yang memang dalam kesehariannya merupakan pelaku UKM yang sukses dalam berbisnis ataupun para pakar yang bergerak mengembangkan UKM selama ini.

Saat ini, layanan SOBAT-UKM menyediakan 4 desk agen lengkap dengan dukungan teknologi yang memudahkan interaksi agen dengan pelaku UKM secara multimedia (voice, text dan video). Ditambah 15 orang ahli dari berbagai bidang industri  yang akan memberikan konsultasi free kepada para pelaku UKM di seluruh Indonesia.

Dari hari ke hari, kini semakin banyak pelaku UKM yang menghubungi SOBAT-UKM. Mereka pada umumnya curhat tentang berbagai permasalahan di lapangan, serta meminta saran solusi dan ide bagaimana mengatasinya.

Kontak pertama, akan diterima langsung oleh para agen. Bagi para pelaku UKM yang belum puas dengan jawaban dari agen, mereka dapat langsung menentukan waktu konsultasi dengan para expert.

Bahkan, SOBAT-UKM bukan hanya memberikan konsultasi secara online, namun kedepannya secara berkala juga akan dilakukan secara off-line (O2O : Online to Offline), misalnya dalam bentuk workshop atau talkshow.

Ide ini muncul, karena masih ada kebiasaan pelaku UKM yang merasa puas jika bisa langsung konsultasi atau mentoring secara offline.

Nah, bagi pembaca yang ingin Curhat Bisnis, silahkan langsung menghubungi 1500-249 pada jam kerja. Anda bebas mengutarakan permasalahan atau bagaimana strategi mengembangkan bisnis kedepannya.

Dalam artikel kali ini, saya ingin berbagi bagaimana mengukur tingkat pemahaman atau penerimaan pelaku UKM terhadap Teknologi Digital (Technology Acceptance Criteria for  UKM Goes Digital).

Technology Acceptance Criteria (TAC) adalah kriteria dasar yang diperlukan untuk menganalisisis dan memahami faktor faktor yang mempengaruhi diterimanya penggunaan Information & Communication Technology dalam program UKM Goes Digital.

TAC sendiri bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan penerimaan (acceptance) pengguna (dalam hal ini pelaku UKM) terhadap suatu sistem informasi yang dapat dimanfaatkan bagi para pelaku UKM untuk peningkatan kinerja usahanya.

Lalu, apa korelasi antara intro tulisan ini (tentang kelahiran SOBAT-UKM) dengan konsep TAC ?

Secara sederhana, faktor rendahnya pemanfaatan ICT dikalangan pelaku UKM terjadi karena bagi mereka pertanyaan mendasar adalah apakah dengan pemanfaatan ICT, bisnisnya langsung untung ?

Ini yang perlu kesabaran untuk menjawabnya dalam bentuk mengedukasi pemanfaatan ICT kepada para pelaku UKM.

Untuk menjawab pertanyaan diatas tadi, dapat menggunakan 3 kriteria TAC dibawah ini. Jika ketiga kriterianya dianggap lulus, maka dapat dipastikan pemanfaatan ICT akan lebih cepat terjadi.

Adapun 3 kriteria tersebut adalah Usefulness – Convenience – Ease of use, sebagai berikut :

1. USEFULNESS

Aspek USEFULNESS merupakan faktor dominan yang sering ditanyakan oleh pengusaha UKM terkait PEMANFAATAN infrastruktur digital dalam kegiatan usaha mereka sehari hari.

Para pelaku UKM sering membandingkan apa nilai tambah yang didapat pada saat sebelum dan sesudah menggunakan infrastruktur digital. Mereka juga sangat cost sensitive, sehingga selalu mengukur pemanfaatan ICT infrastructure dari sisi biaya yang dikeluarkan yang merupakan biaya tambah pada saat mereka masih offline dan belum menggunakan IT infrastructure.

2. CONVENIENCE

Aspek CONVENIENCE merupakan faktor yang menentukan untuk mempercepat tingkat penetrasi pemanfaatan solusi aplikasi yang berbasis infrastruktur ICT di komunitas UKM.

Semakin mudah, praktis dan sederhana pada saat memanfaatkannya, semakin cepat solusi tersebut diterima oleh para pelaku UKM.

Makin maraknya solusi berbasis smart phone diharapkan dapat mempercepat penetrasi tingkat penggunaan ICT untuk mempermudah bisnis bagi pelaku UKM itu sendiri.

3. EASE OF USE

Aspek EASE OF USE masih terkait dengan aspek convenience. Faktor ini sangat menentukan dikarenakan ratio digital literacy di Indonesia yang masih sangat rendah.

Pengalaman di lapangan, tingkat pemahaman para pelaku UKM terhadap pemanfaatan aplikasi ICT untuk mensupport bisnis UKM sangat rendah sehingga solusinya perlu dilakukan pendampingan/supervisi kepada para pelaku UKM tersebut dalam kurun waktu tertentu.

Ketiga kriteria diatas juga dapat Anda modifikasi atau sesuaikan dengan model bisnis Anda.

Selamat Berbisnis

(***)

Sumber: indotelko.com

Penulis adalah Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...