Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Lepaskan Belenggu Ketakutan


0

“The road to success is never a smooth path, it is always under construction.” (Muhammad Awaluddin)

Dalam kesempatan Kuliah Umum di berbagai kampus, saya selalu menginspirasi dan mengajak adik-adik mahasiswa untuk memulai bisnis sambil kuliah. Ini penting, agar begitu selesai kuliah, mahasiswa tadi bisa langsung menjadi Job Creator.

Terlebih dengan adanya Teknologi Digital yang semakin maju, mahasiswa tadi bisa memanfaatkannya untuk kemudahan dalam berbisnis.

Saya selalu menyampaikan bahwa dengan memanfaatkan Teknologi Digital, mahasiswa bisa melakukan jasa intermediary, bisnis perantara. Menjadi penghubung antara produsen dengan konsumen melalui online.

Dalam sesi bedah buku di Gramedia Cirebon beberapa waktu lalu, pengusaha muda Sally Giovani owner Batik Trusmi sempat menyampaikan bahwa untuk memulai bisnis (pelaku UKM) kini tidak harus menciptakan sebuah produk. Cukup menjadi intermediary, pelaku UKM dapat memasarkan produk orang lain.

Banyak contoh, mahasiswa yang membuka bisnis dengan membuka akun media sosial seperti Facebook atau atau Instagram. Lalu bekerjasama dengan produsen, -biasanya produksi rumahan- untuk difoto lalu diupload melalui akun miliknya. Tak lupa menampilkan jumlah item barang plus harga dan akses pembayaran yang diinginkannya.

Namun, dibalik kemudahan bisnis online tersebut, saya tak pernah lupa mengingatkan akan pentingnya menjaga kepercayaan pembeli. Begitu sudah memilih bisnis online, maka resiko melayani “open 24 hours” harus dijaga. Setiap kontak dari pembeli diupayakan selalu meresponnya.

Kembali ke topik diatas, tentang keberanian memulai bisnis, saya tertarik dengan salah satu kasus yang pernah dimuat sebuah majalah bisnis beberapa bulan lalu.

Dalam artikel tersebut, dikisahkan sosok pengusaha muda asal Yogyakarta, Clara Almabella Bamanty.

Dia adalah contoh pengusaha muda bermental baja. Meski dia sering kali diejek dan ditertawakan karena bergelut dengan bisnis penyewaan kasur di kota gudeg tersebut. Bisnisnya dipandang sebelah mata karena dianggap tidak bisa meraup laba.

Clara mengabaikan anggapan tersebut. Ia tancap gas dan mendirikan usaha penyewaan kasur dengan nama sewakasur.com. Terbukti kini bisnis sewakasur.com bisa membuka cabang di daerah lain. Dan, kini dalam setahun omzetnya bisa mencapai miliaran rupiah.

Letak kunci sukses dari Clara, Sally dan pengusaha muda lainnya, adalah keberanian untuk memulai. Tidak masalah dengan menyasar target pasar yang sangat sempit (niche market), yang penting mindsetnya sangat kuat untuk menjadi sukses dan mampu mendobrak target pasar tersebut.

Memang dalam perjalanan dari kampus ke kampus lainnya, terkadang saya melihat beberapa raut muka mahasiswa yang masih ragu atau belum yakin untuk menjadi pengusaha muda.

Pertanyaanya selalu dimulai dengan ketiadaan ide untuk memulai bisnis yang tepat. Lalu tidak memiliki dana, belum mampu membuat produk yang dicari pasar, dan lain-lainnya.

Menurut saya, ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Hal yang utama adalah "SESUATU YANG MEMBELENGGU" yang membuat mereka ragu utk memulai, yaitu FEAR – HOPE – MINDSET:

1. FEAR

Rasa takut, khususnya rasa takut gagal yang membelenggu. Kisah kegagalan orang lain memang banyak di sekitar kita. Namun bukan berarti kegagalan tersebut akan menjadikan sumber ketakutan, bahwa dalam memulai bisnis pasti langsung merugi/gagal.

Ingat, kegagalan akan menuntun Anda menuju kesuksesan lebih cepat. Tapak tangga selalu dimulai dari dasar. Lalu diikuti tapak selanjutnya.

Paling mudah dalam memulai bisnis tentu saja dengan mencoba bisnis dengan resiko minim.

Menjadi perantara tadi termasuk dalam golongan tadi. Anda tidak perlu khawatir dengan stok menumpuk, kerugian produksi. Tinggal giatkan promosi Anda melalui networking seluas-luasnya. Pecah telor bisnis Anda langsung menanti.

2. (too much) HOPE

Banyak mengharap. Buat saya kebalikannya, terlalu banyak mengharap justru makin membuat kita tidak berdaya. Banyak pengusaha muda yang lebih suka instan. Buka akun atau lapak, dipikirnya langsung sold-out. Padahal akan ada tahapan. Pembeli punya kekuasaan untuk memilih, memilah dan memutuskan.

Harapan sangat penting, namun jenis harapan  apa yang Anda sedang setting. Ini juga wajib diingat. Terlalu banyak mengharap, alhasil tidak fokus, semakin sulit untuk meraih apa yang diharapkannya.

3. MINDSET

Dibelenggu oleh pikiran sendiri maupun pikiran orang lain. Mindset menjadi faktor penting untuk dibongkar. Anda mungkin sering membaca atau mengikuti kisah motivator yang menunjukkan bagaimana seekor gajah dilatih untuk menuruti sang pawang. Pawang akan mengikatkan kaki gajah dengan sebuah rantai yang ditancapkan pada sebuah pohon, agar sang gajah tidak berlari atau kabur.

Lama kelamaan, mindset gajah akan tertanam tentang rantai besi tadi. Cukup dengan memasang rantai tanpa perlu menancapkan di pohon, gajah akan langsung ketakutan, diam tak mampu kabur.

Cerita ini sering menjadi inspirasi untuk membongkar mindset. Mindset negatif harus dibongkar jangan sampai seperti rantai gajah tadi.

Segera bangun mindset positif, bahwa bisnis kini tidak lagi memandang usia, besarnya modal, pendidikan, keahlian dan seberapa luas networking. Yang penting mindsetnya tertanam sebagai wirausahawan hebat, mandiri dan unggul. Semangat sukses akan datang menuntun dengan sendirinya.

Selamat berbisnis

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...