Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital


0

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann)

Sewaktu memulai menulis artikel ini, saya baru selesai melaksanakan acara di Kampung Baduy Banten.

Kampung yang sangat terkenal dalam menjaga kearifan budaya lokalnya, namun hari itu serasa berbeda. Kami dari Telkom memperkenalkan pendekatan Teknologi Digital untuk memasarkan berbagai produk kerajinan warga suku Baduy.

Seorang sahabat saya mengirim pesan aplikasi WhatsApp (WA), “Wah hebat juga yaa Telkom, berani masuk ke Baduy memperkenalkan Teknologi Digital,” tulisnya.

Menurut saya, sepanjang kehadiran Teknologi Digital tidak mengganggu aktifitas budaya lokal atau bahkan mendukung budaya lokal, maka kehadiran inovasi ini adalah sebuah keniscayaan.

Namun dibalik pengalaman kami mendekati masyarakat Baduy tadi, saya mengagumi pemimpin atau tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat Baduy ini. Pendekatan kami memang kepada warga Baduy Luar serta masyarakat yang berada di luar Kampung Baduy (Kampung Ciboleger Baduy). Rupanya tokoh masyarakat Baduy disamping tetap mampu menjaga kearifan budaya lokalnya, juga masih berkenan menerima kehadiran perkembangan Teknologi Digital.

Terbukti dalam acara peluncuran Kampung UKM Baduy yang turut dihadiri salah seorang Jaro, yang dipanggil dengan nama Ayah Mursid (mungkin beliau memiliki putra bernama Mursid). Kehadiran beliau inilah yang menyambut dan menyemangati kami untuk semakin yakin bahwa program Kampung UKM Digital dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Dalam demo produk, seorang pemuda Baduy juga sangat antusias memasukkan produknya ke aplikasi blanja.com yang kami sediakan di lokasi Kampung UKM Digital tersebut.

Dalam artikel kali ini, saya kembali ingin berbagi tentang kepemimpinan.  Kepemimpinan di era Digital sangat menarik. Bahkan www.indoTelko.com mengangkat tema khusus dengan sangat menarik : Ini alasan harus punya pemimpin melek digital beberapa waktu lalu.

Saya mencoba mencuplik salah satu bagian dari artikel tersebut : “Menurut penelitian, Pemimpin Digital saat ini, Menyederhanakan pengambilan keputusan: Empat dari lima (80%) Pemimpin Digital membuat keputusan didasarkan pada data, dan hampir dua dari tiga dari mereka (63%) melaporkan bahwa organisasi mereka mampu membuat keputusan secara real-time, dibandingkan dengan hanya 55% dan 46% dari orang lain yang disurvei. Pemimpin Digital lebih cenderung transparan dan mendistribusikan pengambilan keputusan di seluruh organisasi.”

Saya teringat dengan pemimpin lainnya. Yakni, pada peringatan 20 tahun Microsoft di Indonesia, beruntung kali ini Indonesia kedatangan CEO Microsoft Satya Nadella, saya berkesempatan audiensi dengan beliau dan jajaran senior eksekutif Microsoft termasuk Pak Andreas Diantoro, rekan saya di Indonesia Marketing Association (IMA) yang menjadi CEO Microsoft Indonesia.

Buat saya, ketemu dengan Satya Nadella ada sesuatu yg menarik untuk saya pelajari. Sudah lama dan banyak yang mengatakan bahwa Microsoft sangat berubah dibawah kepemimpinan Satya Nadella. Saya pikir salah satunya adalah karena Satya Nadella adalah orang India yang memiliki kultur yang berbeda dengan kultur asalnya Microsoft.

Dalam kesempatan lain, pada saat saya berkunjung ke Timor Leste, saya bertemu dengan sosok pemimpin Telkom yang masih muda mengemban tugas sebagai CEO TelkomCel (anak perusahaan Telkom Indonesia Internasional), Dedi Suherman.

TelkomCel dibawah kepemimpinan Dedi Suherman, mampu menjaga Marwah dan Martabat Bangsa Indonesia di negara Timor Leste.

Terbukti perkembangan bisnis TelkomCel hingga saat ini, tidak hanya menawarkan layanan mobile telecommunication berupa voice, data dan sms, namun juga melayani berbagai solusi untuk pelanggan Enterprise dan Wholesale/International. Hal yang luar biasa, hingga kini kontribusi revenue TelkomCel 40% diantaranya berasal dari segmen Enterprise.

Dedi Suherman, dengan dibantu karyawan organik Telkom Grup kurang dari 20 orang, mengakui ditengah keterbatasan infrastruktur teknologi yang dimilikinya tidaklah memudarkan semangat untuk tetap memberikan layanan terbaik bagi 1,2 Juta penduduk Timor Leste.

“Kami selalu membudayakan inovasi dan mengembangkan kreatifitas. Termasuk pemanfaatan Infrastruktur Telkomsel (ex-Swap) dan mobile combat Flexi untuk kami manfaatkan disini. Perangkat tersebut masih dapat dioptimalkan di Timor Leste untuk memenangkan persaingan di bisnis telekomunikasi,” ungkapnya.

Dari inspirasi tiga contoh pemimpin di atas, dalam artikel kali ini saya ingin berbagi three ways atau tiga kunci penting yang saya ringkas menjadi TIA-Concept menjadi pemimpin di era Digital ini, sebagai berikut :

1. Telling the truth

Menyampaikan kebenaran adalah kunci dalam komunikasi dengan tim. Dalam berkomunikasi dengan pasukan, saya sering membagi dua model; “how to tell dan how to sell”. Cara berkomunikasi ini sangat penting. Bisa jadi perintah (direction) menjadi salah diterima oleh pasukan, jika komunikasi yang diberikan tidak jelas (clear). Ini tentu sangat berbahaya.

Pemimpin harus pandai memilah mana informasi yang dapat dijadikan sumber arahan dan mana yang bukan.

2. Inspiring others

Ketauladanan adalah kunci sukses jika ingin menggerakkan tim. Pemimpin harus mampu menjadi sumber inspirasi dan penyemangat bagi tim. Bisa Anda bayangkan, bagaimana kacaunya sebuah organisasi jika pemimpinnya sibuk mengeluh (curhat). Tidak ada inspirasi yang muncul. Otomastis pasukan akan turut melemah. Motivasi berkurang, daya inovasi juga ikut menurun.

Disinilah pentingnya peran pemimpin sebagai sumber inspirasi dalam menggerakkan tim. Saya kembali mengutip artikel www.indotelko.com sebagaimana narasi pembuka di atas : "Sudah jelas bahwa gaya kepemimpinan yang berbeda diperlukan untuk berhasil dalam ekonomi digital," kata Presiden SAP Success Factors Mike Ettling dalam rilisnya.

Menurutnya,orang-orang, terutama milenial dan generasi di belakang mereka, mengharapkan pemimpin yang lebih inklusif dan mudah berbaur, serta variasi lebih pada tingkat kepemimpinan, dan struktur yang lebih dinamis. "Teknologi memainkan peran dalam memberikan kita, sebagai pemimpin, akses ke pengetahuan yang diperlukan untuk membuat keputusan dengan cepat, dan untuk menarik dan mengembangkan generasi pemimpin berikutnya," katanya.

3. Asking the respond

Terakhir, tak kalah pentingnya adalah kemampuan mendengar bagi seorang pemimpin. Pemimpin tidak hanya dituntut pandai berbicara dengan segala retorikanya, namun mendengar dari tim juga sangat berarti.

Banyak masukan dari tim. Bisa jadi masukan tersebut mampu mengakselerasi perjalanan bisnis Anda.

Saya sangat yakin, Jaro Baduy Ayah Mursid, Satya Nadella dan Dedi Suherman serta pemimpin-pemimpin lainnya, juga melakukan hal yang sama (terkait dengan TIA Concept) dalam kesuksesan kepemimpinannya.

Selamat berbisnis

(***)

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015 dan Chairman of Indonesia Digital Society Forum, Muhammad Awaluddin. 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...

Kekuatan Connected di Ramadan

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Barang siapa bertaqwa kepada Al ...