Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Kekuatan Connected di Ramadan


0

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusan" (QS. Ath-Thalaq: 2-4)

Dalam satu kesempatan silaturahmi dengan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu, saya benar-benar merasakan nuansa berbeda. Habib H. Said Ismail ini, sosok yang sangat inspiratif. Bahasanya sangat santai namun mengena. Di akhir perbincangan, beliau sempat menutup dengan menggunakan istilah “Kuli Semen”, inilah Kuliah Sepuluh Menit. Ya, sepuluh menit yang penuh makna.

Bagi saya pribadi, Ramadan selalu banyak makna yang terkandung didalamnya. Ramadan adalah bulan istimewa. Bulan yang penuh berkah. Bahkan, selalu dirindukan kehadirannya. Ramadan sudah seharusnya diisi dengan nilai-nilai produktifitas yang lebih tinggi. Apapun status dan profesi kita.

Satu hal yang istimewa selama Ramadan, adalah model komunikasi yang terjadi. Jika dalam konsep Digital dikenal dengan “Digitally Connected”, maka untuk bulan Ramadan saya perkenalkan istilah Connected Ramadan.

Intensitas komunikasi atau keterhubungan selama Ramadhan akan meningkat. Istilah saya, Connected to the GOD (hablum minallah), Connected to the Society (hablum minan naas) dan Connected to the Self (muhasabah). Selama Ramadan sudah seharusnya kita memberi porsi kepada tiga ruang tersebut.

Seiring Revolusi Digital, pemanfaatan media sosial maupun akses digital lainnya meningkat tajam. Jika dahulu, bedug maghrib selalu dinantikan di depan televisi, kini cukup memonitor dari berbagai aplikasi di smartphone. Membaca dan mencari ilmu tentang agama Islam juga sudah semakin mudah berkat kehadiran solusi digital.

Sebut saja satu contoh aplikasi Muslim Pro, yang menyajikan berbagai menu menarik. Selain jadwal puasa, kirim kartu Ramadan, lokasi mesjid terdekat, doa, hadist hingga bacaan Al-Quran. Semuanya tersedia dengan mudah. Tentu saja, masih banyak aplikasi lainnya yang akan membantu Anda menjalani ibadah selama Ramadan dengan lebih baik.

Aplikasi-aplikasi tersebut, bisa digambarkan sebagai salah satu wujud Connected Ramadhan. Sekali klik, keterhubungan dengan sahabat/saudara/kolega atau siapapun langsung terjalin. Silaturahmi secara fisik juga jangan dilupakan, karena ini tak kalah berkahnya.

Ramadan juga menjadi ajang untuk kontemplasi diri. Ibarat marathon, ada saatnya untuk mengambil nafas, mengevaluasi perjalanan yang telah ditempuh serta strategi apa yang harus dilakukan selanjutnya agar lebih baik lagi.

Dan yang paling utama dari segalanya adalah keterhubungan kita dengan Sang Maha Pencipta. Sebagaimana ayat pembuka diatas, bahwa segala sesuatunya harus kita serahkan kepada Sang Khalik. Hanya kepadaNya kita menyerahkan hasil akhirnya.

Dalam artikel kali ini, di suasana Ramadhan, saya ingin berbagi sekilas tentang Connected Ramadan. Semoga ini bisa menjadi sumber inspirasi buat kita dalam beribadah kepada-Nya.

Saya mengistilahkan dengan three-ways concept : the power of Giving – Caring – Sharing, sebagai berikut :

1. The power of Giving : Connected to the GOD

Di bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah. Banyak makna dari rukun Zakat tersebut. Bahkan bukan hanya zakat, para ulama ataupun ustaz selalu mengingatkan kita untuk banyak memberi sedekah dan infaq selama Ramadhan.

Memberi memiliki kekuatan luar biasa, sebagaimana hadist berikut ini : “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Konsep kekuatan Sedekah atau memberi ini juga banyak diilustrasikan oleh Ustaz Yusuf Mansyur. Beliau mengingatkan bahwa jika manusia mau bersedekah, maka Allah SWT. pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 kali lipat.

2. The power of caring : connected to the society

Di bulan Ramadan, nilai sosial juga diingatkan kembali. Bahwa menahan lapar dan dahaga bukan sekedar bermakna fisik, namun ada hikmah luar biasa dibaliknya. Bahwa nilai sosial juga harus menjadi kepedulian kita sebagai umat manusia.

Masih banyak saudara kita yang belum beruntung dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga dibutuhkan kepedulian untuk saling membantu, menjaga dan mengasihi.

Tentang kepedulian sosial tersebut, saya mencuplik hadist berikut ini ; “Tidaklah termasuk beriman seseorang diantara kami sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari – Muslim)

3. The power of sharing : connected to the our self

Terakhir, di bulan Ramadan ini, kita diingatkan untuk saling berbagi. Tidak selamanya kita harus berbagi secara material, namun berbagi ilmu-pun tetap mulia. Dalam berbagai kesempatan safari Ramadhan ke kampus-kampus, saya selalu mengusahakan diadakan sesi bedah buku Digital EntrepreneurShift sebagai salah satu momen berbagi. Justru dari acara tersebut, saya mendapatkan banyak inspirasi untuk menulis berbagai artikel dalam klinik ini.

Sekedar mengingatkan kembali tentang kekuatan berbagi ini, atau yang dikenal dengan amal jariyah, sebagaimana hadist berikut : “Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga bisnis Anda berkah

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...