Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses


0

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.”

Dalam beberapa minggu belakangan dunia tengah dilanda demam Pokemon Go. Game ini banyak dimainkan bukan hanya oleh anak-anak namun hingga orang dewasa.

Cukup dengan menggunakan smartphone, permainan yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) ini langsung dapat dinikmati dengan berburu monster pokemon.

Salah satu tolok ukur kesukesan game yang diluncurkan oleh Niantic Inc. -anak perusahaan Alphabet Inc (induk dari Google) dengan Nintendo, hanya dalam tempo semalam nilai saham Nintendo langsung naik US$ 7 miliar (Rp 92 triliun), angka yang sangat fantastis bukan?

Pokemon Go menjadi pembicaraan viral dan trending topik, bukan hanya berbagai cerita para penggunanya yang menemukan berbagai cerita aneh dan menarik. Bagaimana para pemburu pokemon melintasi dan mengunjungi lokasi-lokasi yang terkadang merupakan obyek vital dengan bantuan Global Positioning System (GPS).  Pikachu, monster yang dulunya sempat ngetop di tahun 90-an sekarang  kembali mendunia.

Adalah John Hanke, tokoh dibalik kelahiran Pokemon Go. Perjuangannya membangkitkan game ini tak kalah menarik utuk dibahas dari berbagai sudut. Bagaimana dia mampu melesatkan dan mengagetkan semua orang, hanya dalam tempo seminggu pertama, Pokemon Go mampu melampaui raihan sukses pengguna aktif harian aplikasi social media  twitter, Facebook, Instagram, dan lain-lain.

Sesungguhnya, kesuksesan Pokemon Go bukan lahir dalam waktu singkat. John Hanke membutuhkan waktu selama 20 tahun sebelum dia meluncurkan secara resmi Pokemon Go di negara-negara tertentu. Sejak mahasiswa (1996), John Hanke sudah menciptakan MMO pertama (Massively Multiplayer Online game) yang disebutnya Meridian 59.

Tahun 2000, John Hanke mulai menggarap Keyhole, cikal bakal dari Google Earth yang diperkenalkan pada tahun 2004. Ketertarikannya pada sistem pemetaan inilah yang turut menginspirasi John Hanke untuk segera membuat sebuah game berbasis pemetaan GPS.

Selama 2004-2010, dia melanjutkan pengembangan Google Geo dengan menciptakan Google Maps dan Google Street View yang hingga kini paling banyak dimanfaatkan dalam pemetaan digital.

Mulai pada 2014, John Hanke mendirikan Niantic Labs., sebagai startup yang didanai Google untuk membuat game berbasis pada pemetaan. Dalam perkembangan selanjutnya, Google bekerjasama dengan perusahaan Pokemon, untuk mengembangkan dan meluncurkan game Pokemon Go sebagaimana yang kita saksikan saat ini.

Soal pasar pengguna game Pokemon Go, Indonesia termasuk istimewa, mengingat Niantic Inc. belum memasukkan Indonesia sebagai lokasi peluncuran secara resmi.

Namun, hingga saat ini, komunitas Pokemon Go di Indonesia sudah menyebar luas. Bahkan berbagai perusahaan transportasi on demand service seperti Grab atau Go-jek  menawarkan paket promo berupa kemudahan memburu pokemen di lokasi-lokasi tertentu.

Agar, tetap bisa ikut memainkan game tersebut, para pemburu pokemon di Indonesia memanfaatkan APK (Android Application Package), mengingat game ini belum tersedia di playstore.

Mengapa bisnis Game selalu menarik dan berkembang seolah tanpa akhir?

Para pelaku bisnis game, menyadari bahwa manusia pada hakikatnya menyukai permainan. Dari segala lapisan usia, memiliki hobi atau kesenangan bermain. Mulai dari permainan dalam bentuk fisik (kartu, dadu, monopoli, pion, dll) lalu  permainan yang membutuhkan ruangan/alam terbuka, hingga permainan berbasis teknologi.

Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih juga membuat pilihan game semakin terbuka lebar. Game bukan lagi sekedar menggunakan konsol, namun sudah dalam bentuk wujud yang lebih canggih dan seolah-olah nyata (model hologram, Virtual Reality dan Augmented Reality).

Bagi Anda yang sempat menyaksikan tayangan The Men Who Made Us Spend dengan host Jacques Peretti yang diproduksi BBC Two sejak 2014 lalu (kini ditayangkan ulang di saluran Fox), akan mendapat pencerahan tentang  penjelasan mengapa industri game tidak akan pernah berhenti dan penggemarnya akan semakin tumbuh. Bahkan komunitas pencipta dan pencinta game rutin mengadakan ajang Comic Con, dimana para tokoh didunia game muncul didunia nyata.

Para penemu/inovator atau game developer mencoba menggabungkan berbagai unsur sifat manusia ; ketegangan, kebanggaan, tantangan, misteri, ketakutan, kegembiraan yang dibalut menjadi satu yakni munculnya kesenangan.

Para game developer tanah air, kini juga menggeliat, seiring dengan tekad pemerintah untuk mengembangan industri digital kreatif. Game Tahu Bulat yang dikembangkan oleh kakak beradik Eldwin Viriya dan Jefvin Viriya dibawah bendera Own Games yang bermarkas di Dago Bandung kini menjadi salah satu game favorit di play store  dimana telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali dari pasar pengguna android Indonesia.

Beberapa game terkenal lainnya kini juga mulai bermunculan, seperti iFart berbasis Apple Store (game lucu dengan mengeluarkan bunyi-bunyian kentut), dan Sushi Chain tentang pelayan warung sushi. Dan masih banyak game lainnya. Saya yakin, industri game tanah air juga akan semakin tumbuh kedepannya.

Dalam artikel kali ini , saya tidak ingin berbagi sejarah dunia game, namun lebih kepada bagaimana strategi untuk sukses menjadi pelaku bisnis atau entrepreneur di era digital. Terinispirasi dari narasi pembuka diatas, saya ingin berbagi tentang bagaimana three ways concept : Innovation – Aptitude – Mentality dalam mengarungi tantangan dunia bisnis yang semakin berat.

1. Innovation

Hanya inovasilah yang membuat bisnis mampu bertahan. Pasar kini sangat mudah berubah. Tren pasar semakin unik dan senantiasa muncul yang baru setiap saat. Pesaing juga tidak kalah gesitnya untuk menciptakan peluang pasar.

Pokemon tiada pernah berhenti melakukan inovasi. Permainan dan polanya semakin berkembang dan menantang. Para pemburu pokemon ditantang untuk menangkap Pokemon, mengunjungin Pokestops dan bertanding di Gym. Pemain pemula diberi pilihan untuk menangkap tiga monster Pokemon pemula ; charmander, squirte atau bulbasaur.

Level perburuan pokemon juga didasarkan pada Combat Power yang dimilikinya. Semakin tinggi CP-nya, semakin sulit ditangkap.

Berburu monster dengan level semakin tinggi inilah yang membuat para pemain semakin intenst bermain.

Dalam dunia bisnis, pembeli atau konsumen membutuhkan inovasi. Baik dari sisi layanan, packaging, dan sesekali tantangan yang dapat menimbulkan surprizing level (new experience).

2. Aptitude

Dalam berbisnis, faktor bakat atau kecakapan juga sangat penting. Bakat adalah sesuatu berkah yang diturunkan kepada masing-masing manusia sebagai salah satu keunikan atau ke-khas-an pribadi.

Apakah bakat muncul dengan sendirinya? Tentu saja tidak. Kita perlu menggali, menemukan lalu mengasahnya.

Dalam dunia marketing, konsep Brand-Positioning-Differentiation sangat penting untuk memenangkan persaingan. Khusus Differentiation adalah salah satu unsur menjadi pembeda dengan pesaing. Produk harus memiliki keunikan. Begitu juga dengan kita, harus memiliki bakat unik yang harus diasah terus menerus agar mencapai titik sebagaimana visi hidup masing-masing.

John Hanke yang sejak mahasiswa sangat tertarik pada teknologi pemetaan, secara konsisten mengembangkan bakat tersebut hingga lahirnya Pokemon Go tersebut.

3. Mentality

Terakhir, mental petarung atau tidak pernah mundur adalah kunci sukses dalam berbisnis. Persaingan terkadang kejam dan arahnya dapat muncul tiba-tiba dari sisi yang tidak terduga. Namun dengan mental baja, mental yang positif akan mampu menghadapinya.

Pelaku bisnis yang bermental seperti inilah yang tidak akan pernah surut. Selalu tumbuh dan berkembang. Melahirkan prospek bisnis dan inovasi tiada akhir.

Selamat Berbisnis

(***)

Penulis: Muhammad Awaluddin

Direktur Enterpsise and Business Service Telkom 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin) Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo pro ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...

Kekuatan Connected di Ramadan

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Barang siapa bertaqwa kepada Al ...