Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Alasan Perlunya Inovasi dan Standarisasi Dijaga dalam Berbisnis


0

“Disrupt yourself with innovation or somebody else will do..”(Muhammad Awaluddin)

Semakin sering naik pesawat, maka semakin sering Anda menikmati pre-flight Safety Demonstration (demo prosedur keselamatan penerbangan) yang dibawakan oleh para awak kabin maupun melalui monitor yang ada di depan Anda. Tidak peduli Anda sudah faham atau tidak faham, para awak kabin tetap setia untuk mengingatkan pentingnya keselamatan dalam penerbangan.

Instruksi yang disampaikan standar, yakni sesuai dengan peraturan penerbangan internasional. Dimulai dari memasang seat belt hingga tata cara penyelamatan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Yang membedakan antar pesawat, hanyalah sedikit kreatifitas dalam penyampainnya saja. Ada yang standar, namun ada juga dengan tambahan sedikit bumbu entertainment.

Sekilas, mungkin bagi sebagian penumpang, karena merasa sudah faham tidak menganggap lagi safety demonstration itu penting. Lihat saja, bagaimana respon penumpang melihat peragaan tersebut. Ada yang serius menyimak, ada yang cuek asyik ngobrol, dan berbagai tingkah polah lainnya.

Bagi maskapai penerbangan, unsur safety adalah nomor satu. Keselamatan bukan hanya dari sisi pesawat dengan segala kecanggihannya, namun penumpang juga tak kalah pentingnya untuk selalu diingatkan sesuai dengan prosedur yang ada. Kegiatan mengulangi atau melakukan secara berulang-ulang adalah mutlak dilakukan (repetition) agar penumpang sadar bahwa keselamatan penerbangan bukan hanya tanggung jawab para awak kabin.

Dalam manajemen perusahaan, seorang Leader juga sebaiknya memanfaatkan model pengulangan instruksi. Agar inti pesan yang ingin disampaikan dapat sampai dan dipahami oleh karyawan yang ada dibawah unitnya. Ibarat komunikasi antara pilot dengan co-pilot, dimana co-pilot selalu merespon dengan cara mengulangi ucapan yang sama dengan apa yang disampaikan pilot kepadanya selama terbang.

Pada proses operasional, pengulangan atas standar operasi juga penting. Standarisasi produk maupun layanan akan menjamin produk dan layanan yang di-delivery. Banyak produk kuliner yang enak, namun dalam batas tertentu gagal mempertahankan standar rasa-nya. Akibatnya, semakin lama bisnisnya menurun. Disinilah pentingnya menjaga standarisasi produk. Anda bisa melihat bagaimana resto-resto fast food multinasional bisa melakukan ekspansi dengan cepat, salah satunya adalah keberhasilan menjaga standarisasi produk dan layanan yang sama dimanapun.

Standarisasi bukan berarti mematikan inovasi. Justru mempertahankan hasil inovasi menjadi standarisasi produk atau layanan-lah menjadi utama. Inovasi tidak akan berbuah manis dalam jangka panjang, jika Anda tidak mampu menjaganya. Silahkan Anda melakukan inovasi dari produk dan layanan yang ada. Standarisasi dapat Anda “adjust” sesuai hasil inovasi. Lalu pada titik tertentu, jadikan hasil inovasi tersebut menjadi standar. Begitu seterusnya.

Dalam artikel kali ini , saya ingin berbagi bagaimana merawat bisnis dengan menjaga standarisasi produk dan layanan agar bisnis Anda berumur panjang serta semakin berkembang. Agar mudah difahami, saya tetap setia menggunakan model three ways concept, melalui Competence – Experience – Value, sebagai berikut :

1. COMPETENCE

Saya tidak akan berhenti untuk menjelaskan pentingnya kompetensi dalam berbisnis. Berbisnis harus punya ilmu. Memulai bisnis dengan bermodalkan nekad, resikonya juga tinggi. Jika, nekad plus pengetahuan, maka minimal bisnis yang Anda jalani masih on the track.

Semisal, Anda memilih bisnis kuliner. Maka hal pertama adalah apakah menu yang Anda pilih benar-benar mengesankan pada gigitan pertama (meminjam istilah pakar Branding pak Bi). Apkah produk Anda benar-benar unik tidak sekedar menjadi follower dari bisnis sejenis.

Jika Anda memilih konsep fast-food, maka pastikan proses bisnis yang ada benar-benar bisa cepat tersaji. Jika layanan Anda, butuh waktu untuk memasak dan proses agar masakan benar-benar enak, maka jangan segan-segan mengkomunikasikan bahwa resto Anda bukan fast-food, misalnya convenience resto.

Untuk dapat menemukan standar layanan tadi, maka belajar untuk menambah pengetahuan adalah mutlak.

2. EXPERIENCE

Setelah menentukan standarisasi produk dan layanan, maka langkah berikutnya adalah bagaimana experience dari sisi pelanggan. Apakah pelanggan yang datang, benar-benar menikmati sesuai dengan positioning yang Anda tawarkan? Jika memilih resto fast-food, apakah benar-benar cepat ?

Ingat, experience dari pelanggan sangat penting. Merekan akan menjadi saluran iklan bergerak gratis. Namun jika sebaliknya, maka jangan kaget jika produk Anda akan mendapatkan promosi negatif. Inilah pentingnya menjaga experience dari pelanggan.

Meminjam konsep Seth Godin, “People do not buy goods and services. They buy relations, stories and magic.” Stories muncul dari experience yang dirasakan oleh pelanggan. Ini yang akan menjadi getok tular.

3. VALUES

Terakhir, pelanggan harus mendapatkan value dari bisnis Anda. Inilah yang akan menjadikan bisnis langgeng. Value secara sederhana, seberapa besar manfaat yang dinikmati oleh pelanggan dibandingkan dengan seberapa besar biaya yang dikeluarkannya.

Semakin besar value yang didapat, maka semakin besar loyalitas mereka. Semakin loyal, maka repeat order akan terjadi. Otomatis mereka akan menebar cerita atau promosi kepada orang lain. Bisnis-pun semakin berkembang.

Sebaliknya, jika pelanggan tidak mendapatkan value, atau value yang didapatkan rendah, maka dengan mudah mereka meninggalkan Anda serta menyebar cerita negatif tentang bisnis Anda.

Kesimpulannya adalah selalu jaga dan bangun value bisnis yang secara konsisten, agar value yang didapatkan oleh pelanggan semakin tinggi.

Selamat Berbisnis!

(***)

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015 dan Chairman of Indonesia Digital Society Forum, Muhammad Awaluddin. 


PROFIL PENULIS

Muhammad Awaluddin


Muhammad Awaluddin Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Marketing Association (IMA)


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Resep Sukses di Arena Baru

Sehari setelah peluncuran atau rebranding aplikasi mobile ZAPA, layanan Telkom untuk UKM pada minggu pertama September lalu, saya mendapat amanah penugasan baru di PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai ...

Jangan Alergi dengan Pembaruan

Dalam dunia digital, perubahan atau update software sangatlah cepat. Contoh sederhana, begitu smartphone Anda mendapatkan akses wifi pada suatu lokasi, maka muncul pemberitahuan untuk pembaruan (up ...

Konsep TIA untuk Menjadi Pemimpin Digital

“When leaders communicate, threre are no second chances. Leaders have to tell the truth, define its zone and ask people to respond.“ (D. Mark Schumann) Sewaktu memulai menulis artikel ini, ...

Teknologi Digital sebagai Energi Bisnis

“Merdeka itu dengan memberikan kontribusi nyata dan bermakna. Satu aksi nyata lebih bermakna daripada ribuan kata kata.” (Muhammad Awaluddin) Merayakan hari lahir Proklamasi Kemerdekaan RI ...

Belajar menjadi Pebisnis yang Berkomitmen

“Saya ingin menjadi mata air kehidupan, yang memberikan manfaat dan berguna bagi orang lain,” (Muhammad Awaluddin) Memasuki bulan Agustus, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, saya menghadiri s ...

Mengelola pengalaman dengan 3R

“Ketakutan yang paling naif adalah ketakutan yang berasal dari diri sendiri, seperti takut memulai atau takut mengambil keputusan.” Seminggu terakhir, ramai diperbincangkan di berbagai media ...

Inovasi harus Didukung Bakat dan Mental untuk Sukses

“What separates digital leaders from the rest is a clear digital strategy combined with digital culture and leadership poised to drive the digital transformation.” Dalam beberapa minggu b ...

Berbisnislah secara Efektif dan Efisien

Ramadan 1437H telah berlalu. Tentu banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman baru selama bulan puasa kemarin. Dan seperti biasa, jelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1437H tak kalah serunya. ...

Memenangkan Bisnis Musiman

“Connected Ramadhan, Meraih Berkah bagi Kehidupan. Sambut Indahnya cahaya kemenangan dengan hati ikhlas, satukan tangan merajut salam saling memaafkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. ...

Kekuatan Connected di Ramadan

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, nisaya Allah memberikan kepada mereka jalan keluar (atas segala persoalan), dan diberi rizki dari tempat yang tidak terduga. Barang siapa bertaqwa kepada Al ...