Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Kiat-kiat Membuka Usaha Co-Working Space


0

Ekosistem startup India yang sedang naik daun, tingginya biaya sewa, serta langkanya kontrak jangka pendek memaksa perusahaan-perusahaan baru untuk mencari alternatif lokasi bekerja. Kondisi ini mendorong lahirnya tren usaha co-working space di India.

Negara ini memiliki lebih dari seratus co-working space yang tersebar di berbagai kota besar, dan saya rasa masih akan terus tumbuh seiring bertambahnya jumlah pebisnis atau pekerja lepas yang butuh ruang kerja dengan harga terjangkau.

Mengapa saya mendirikan usaha co-working space

Ah, rasanya saya sudah menjawab pertanyaan ini jutaan kali! Dan saya selalu jujur mengungkapkan motivasi di balik pendirian usaha co-working space saya: untuk mencari uang dan mendanai startup saya yang lain. (Tapi tentu kultur tetap menjadi prioritas utama kami. Mungkin terdengar aneh, tapi berhasil, kok!)

Saya sudah menjalankan bisnis ini selama hampir enam bulan, dan sejauh ini lancar. Kami berhasil menutup biaya operasional dalam tiga bulan pertama, dan sudah meraih untung sejak bulan keempat.

Dengan anggota tiga bootstrap yang besar dan sudah berlaba, serta beberapa bisnis IT ukuran sedang, kami yakin bisa balik modal pada akhir tahun 2017 bila ini berlanjut.

Berikut ini pengalaman serta strategi yang bisa saya bagikan dari membangun usaha co-working space sendiri, hanya dengan modal US$7.000 (sekitar Rp93 juta)

Analisis kompetisi

Hal pertama yang harus kamu lakukan di bisnis apa pun adalah mengenal para sainganmu. Ini akan membantumu merancang strategi dan mengambil keputusan finansial yang lebih baik.

Ada empat faktor yang saya pertimbangkan dalam analisis kompetisi usaha co-working space di kota New Delhi, yaitu:

Profil founder

Ini faktor yang penting tapi sering diabaikan. Kamu perlu tahu siapa otak yang bekerja di balik layar. Sangat perlu. Mengenal founder bisa membantumu memahami cara pandang para pesaingmu.

Pelajaran: Berbagai co-working space favorit dan terkemuka di New Delhi, seperti Innov8 dan 91 Springboard, dimiliki oleh para founder yang sangat berbakat. Tapi ada juga beberapa pemilik bisnis co-working yang tidak terlalu berjiwa entrepreneur.

Kami kemudian memutuskan untuk tidak bersaing di pangsa pasar teratas karena butuh modal besar, dan banyak saingan berat di sana. Kami justru mengincar segmen harga yang lebih murah, di mana kami bisa mengisi celah tersebut dengan membangun kultur dan relasi yang baik dengan para anggota.

Produk dan layanan yang ditawarkan

Terlepas dari di mana dan bagaimana kamu beroperasi, co-working space milikmu tetap harus berkualitas bagus dan sesuai dengan harga yang kamu tawarkan. Kami bahkan memastikan fasilitas milik kami lebih baik dan lebih murah daripada milik saingan, sehingga para pelanggan lebih puas.

Pelajaran: Setelah menilik berbagai co-working space di New Delhi dan Wilayah Ibukota Nasional, kami akhirnya paham seperti apa layanan yang didapat konsumen di tiap tempat. Kemudian kami fokus pada satu hal: bagaimana caranya bisa lebih baik dari mereka.

Dinamika tempat secara keseluruhan

Supaya bisa lebih baik dari para saingan, infrastruktur kami haruslah sempurna. Kami selalu memastikan infrastruktur memiliki kondisi yang sesuai atau lebih baik dari ekspektasi pelanggan. Kami juga mempelajari masalah-masalah yang mereka hadapi di co-working space lain.

Pelajaran: Segmen harga yang berbeda akan mendatangkan konsumen dengan ekspektasi berbeda pula. Cobalah untuk selalu mengejutkan mereka dengan fasilitas yang lebih baik. Pahami masalah yang mereka hadapi, kemudian fokuslah mengatasi kebutuhan tersebut (tapi kami menyerah ketika ada konsumen yang meminta fasilitas jacuzzi di co-working space).

Biaya operasi rata-rata

Langkah ini mengharuskanmu banyak mengontak orang. Temukan di mana para sainganmu beroperasi, hubungi para pedagang real estat di sekitarnya, dan cari tahu berapa tarif sewa yang berlaku. Kemudian hitunglah biaya konsumsi listrik per unit, jumlah staf yang dibutuhkan, biaya internet, dan lain-lain. Jumlahkan semua, dan kamu akan mendapat perkiraan biaya operasi bulanan kompetitormu.

Pelajaran: Bandingkan biaya beberapa kompetitormu yang teratas, lalu buat analisis singkat tentang pengeluaran mereka. Bandingkan hasilnya dengan strategi dan rencana keuanganmu. Bila rencanamu tidak bisa menyaingi kompetitor, jangan membuka co-working space.

Buat daftar lokasi-lokasi terpopuler

Lokasi adalah salah satu unsur vital dalam bisnis co-working. Dengan strategi yang tepat, lokasi bisa menjadi penentu kesuksesanmu. Di bawah ini langkah-langkah detail yang kami lakukan untuk menentukan lokasi.

Catat empat lokasi terpopuler

Pilih tempat yang merupakan jantung kota, di mana ada jaringan bisnis, transportasi, serta perdagangan secara umum. Intinya kamu harus berada di pusat kota.

Pemanfaatan ruang

Setelah kamu punya daftar beberapa lokasi, buatlah analisis untuk susunan ruangan terbaik. Rancang sketsa setiap lokasi sebelum akhirnya menentukan mana lokasi yang terbaik.

Pelajaran: Kami melakukan kesalahan, yaitu terlalu mengoptimalkan ruang. Terlalu banyak area yang kami monetisasi, tapi kami segera menyadarinya dan mengurangi kapasitas penggunaan ruang sebanyak lima belas persen.

Keterbatasan lokasi

Pahami keterbatasan ruang tiap lokasi dan perkirakan bagaimana keterbatasan itu akan berpengaruh di masa depan. Mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi akan sangat berguna bagi perusahaanmu.

Pelajaran: Pada kasus kami, kebanyakan keterbatasan muncul karena pilihan kami sendiri. Bermain di segmen harga terendah memberikan tekanan besar bagi operasional kami. Jadi kami harus selalu membuat rencana untuk satu tahun ke depan, baik di sisi pemasukan dan pengeluaran.

Keuntungan lokasi

Ada keterbatasan, pasti ada juga kelebihan di tiap lokasi. Keuntungan lokasi keseluruhan, seperti kemudahan akses transportasi, fasilitas bank dan keuangan, suplai listrik dan internet, dan sebagainya, bisa kamu kamu gunakan untuk “memainkan” harga.

Pelajaran: Dengan mengetahui kelebihanmu dan seberapa bagus pelayananmu, kamu bisa selalu memenangkan negosiasi, tak peduli siapa lawanmu. Tetaplah pada pendirianmu bila kamu seratus persen yakin dan percaya pada layanan yang kamu tawarkan.

Analisis saingan berdasarkan lokasi

Di setiap lokasi yang kamu pilih, cari tahu harga dan fasilitas yang dimiliki setiap sainganmu, kemudian analisis kelebihan dan kekurangannya.

Pelajaran: Ini cukup sederhana. Kalahkan kompetitormu di setiap aspek, minimal dua kali lipat lebih baik.

Bangun infrastruktur dengan cara hemat

Tekan anggaran untuk membeli aset tetap

Hindari membeli perabot seperti meja, kursi, dan sebagainya dari showroom. Toko-toko tersebut biasanya memasang harga empat puluh hingga enam puluh persen lebih tinggi dari harga produk aslinya.

Pelajaran: Kami punya waktu untuk membuat perabot sendiri dari nol berkat adanya masa tenggang sebelum sewa yang diberikan oleh pemilik tempat. Semua kami kerjakan sendiri, mulai dari pencarian material sampai pekerjaan tangan. Memang melelahkan, tapi hasilnya kami berhasil hemat banyak biaya.

Lengkapi kebutuhan teknologi secara bertahap

Bila kamu mendirikan co-working space dengan anggaran terbatas, sediakanlah kebutuhan teknologi mendasar terlebih dahulu. Kemudian tingkatkan teknologi tersebut seiring bertambahnya anggota.

Pelajaran: Pada awalnya kami hanya menyediakan sedikit kursi dan bandwidth internet terbatas. Begitu jumlah pelanggan meningkat, kami pun memastikan adanya peningkatan infrastruktur.

Gunakan estetika untuk membuat pelanggan merasa nyaman

Buat co-working space milikmu terlihat rapi dan tidak terlalu lebay. Usahakan keseluruhan ruangan memberi suasana energik.

Pelajaran: Kami berusaha memberi estetika terbaik sehemat mungkin. Kami mencomot ide dari semua orang, termasuk para pelanggan, untuk mengetahui apa sebenarnya yang mereka inginkan.

Hilangkan anggaran pemasaran

Kami menghemat banyak uang di sisi pemasaran, bahkan sebenarnya kami tidak melakukan pemasaran sama sekali sampai sekarang. Dan kami berhasil mencapai tingkat hunian tujuh puluh persen. Ini dia rahasianya.

Gunakan Facebook secara cerdas

Kami mencari semua grup startup Facebook yang aktif di kota kami, serta siapa saja anggota yang aktif di grup tersebut. Kemudian kami mengirim pesan iklan pada mereka.

Pelajaran: Kami juga menelusuri event Facebook dan mencari siapa saja yang aktif datang ke acara-acara startup ini, siapa yang ada di daftar “akan hadir”, dan siapa saja yang memberi Like di foto acara. Kami mengirim pesan iklan ke mereka semua untuk mempromosikan co-working space kami.

Manfaatkan Quora dan Google

Ini cara promosi perusahaan yang cukup ortodoks. Cari kata-kata kunci di Quora yang berhubungan dengan usahamu, kemudian jawab pertanyaan yang ada dengan bijak. Jangan spamming, karena Quora akan menyaringnya.

Pelajaran: Tidak banyak yang bisa kami tambahkan. Cari saja “Quora hacks” di Google, kemudian berpikirlah ke belakang.

Manfaatkan jaringan entrepreneur yang sudah ada

Saya cukup beruntung menjadi bagian dari jaringan startup yang membantu saya berkenalan dengan orang-orang hebat. Yang saya lakukan adalah mengirim pesan di grup WhatsApp dan meminta tolong pada mereka untuk menyebarkannya. Efeknya sangat manjur!

Pelajaran: Ini membantu saya memahami cara pikir perusahaan segmen menengah yang beroperasi dengan anggaran ketat.

(***)

Artikel diambil dari tulisan Amanveer Singh yang dimuat di techinasia.com

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI. 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Pertanyaan Buat Pebisnis Pemula yang Mungkin Cocok untuk Kamu

Banyak orang yang ragu memulai bisnis atau terlalu cepat mengambil keputusan untuk berbisnis. Kedua-duanya merugikan kamu. Otot bisnis di dalam diri kita perlu dilatih, namun untuk melatihnya kamu jug ...

8 Profesi Berikut Bergaji Besar Walaupun Tergolong Baru

Kemajuan teknologi digital saat ini semakin tak terbendung. Kehadiran internet telah mengubah banyak sisi kehidupan, termasuk bagaimana perilaku masyarakat baik dalam proses produksi, distribusi dan k ...

5 Cara Mengakali Pikiran Untuk Menghabiskan Uang Lebih Sedikit

Pikiran bekerja secara misterius (dan mahal tentunya), tapi kamu bisa mengatasinya dengan ide menghemat uang. Salah satunya dengan 5 Langkah Memulihkan Sumber Keuangan . Ini dia ...

5 Langkah Memulihkan Sumber Keuangan

Merasa keuangan selalu deficit dan tidak sesuai dengan pendapatan? Mungkin saatnya kamu untuk intropeksi kembali pengeluaran dan memulai untuk pemulihan keuangan. Ini caranya: 1. Analisis sumb ...

Apa Instagram Stories Bisa Jadi Ujung Tombak Marketing?

“Ciee.. suka ngomongin dari belakang. Dulu katanya janji enggak bakal bilang ke siapa-siapa. Gegar otak ya sama janjinya? Iya? Enggak apa-apa, dasar bedak kesemek. Datang kalau ada butuhnya doang, d ...

Berniat Bangun Bisnis di Desa? Simak Peluang Usahanya

Berhasil di dunia bisnis bisa dilakukan di mana saja. Tidak selalu harus di kota besar, di desa juga bisa. Jadi, jangan pernah percaya kalau kesuksesan tidak bisa didapatkan di desa. Ingatlah, hal ...

Menghasilkan Pundi-pundi Rupiah dari Youtube, Bagaimana Caranya?

Jika kamu sering menggunakan internet, pasti sudah tidak asing lagi dengan situs YouTube.com. Situs ini adalah media online di mana kita bisa mengunggah video milik kita ke internet, dan kita juga bis ...

Keren! 5 Mahasiswa Ini Ciptakan Sabun dari Kulit Ikan Kakap Merah

Ikan kakap ternyata tidak hanya lezat dimakan. Ikan ini bisa diolah menjadi sabun pembersih wajah. Potensi tersebut sedang dikembangkan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka sedang ...

Raup Untung Lewat 12 Jenis Usaha yang Laris Manis Saat Wisuda

Saat memasuki halaman gedung pelaksanaan wisuda, biasanya kamu akan disambut oleh mereka yang menawarkan dagangannya. Jangan kaget kalau di antara para pedagang itu ada wajah-wajah yang kamu kenal. Ya ...

Apakah kamu Cocok Bekerja dari Rumah? Jawab Dulu Pertanyaan Berikut

Bisa bekerja dari rumah pasti terdengar seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Tidak perlu lagi duduk di jam sibuk, menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan pulang-pergi dari dan ke tempat kerja set ...