Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Ingin Sukses Mengelola Dana Investasi Startup? Hindari 4 Hal Ini!


0

Fase pendanaan adalah momentum krusial dalam strategi pengembangan sebuah startup. Bagaimana tidak? Meskipun tanggung jawab makin besar karena campur tangan investor, namun di sisi lain, kamu juga mendapatkan dukungan finansial yang sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi produk buatanmu.

Berapa pun besar jumlah dana yang diterima, kesalahan mengelola keuangan akan tetap selalu mengintai yang berpotensi membahayakan pertumbuhan startup kamu. Lantas apa saja kesalahan pengelolaan yang dialami para startup di luar sana? Ada empat hal yang perlu kamu hindari berikut beberapa contohnya.

Baca juga: Mahasiswa Ingin Pandai Berinvestasi? Ini 4 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui

Menganggap pendanaan sebagai pemasukan perusahaan

Salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah menganggap pendanaan investor sebagai pemasukan bagi perusahaan. Padahal, dana segar tersebut justru merupakan beban yang harus kamu pertanggungjawabkan di kemudian hari.

Kesalahan pola pikir tersebut berpotensi mengalihkan fokus kamu dari tujuan sebenarnya, yaitu untuk mengembangkan bisnis yang terus berkembang dan bisa bertahan dalam jangka waktu lama (sustainable).

Di sisi lain, ketergantungan terhadap dana investor pun bisa menjadi sebab kejatuhan perusahaanmu di kemudian hari. Karena apabila para investor tidak mau kembali memberikan uang dan kamu pun tidak mampu mendapat pemasukan dari bisnis kamu, maka cadangan uang kamu pun akan semakin tipis seiring berjalannya waktu.

Mulai menyepelekan burn rate untuk hal-hal kecil

Pembuatan anggaran dengan hati-hati penting dilakukan demi memastikan startup tetap mempunyai dana yang cukup untuk terus beroperasi. Dalam proses tersebut, kamu bisa memantau dan memisahkan berapa besar jumlah uang yang masuk dan sisa modal yang bisa “dibakar” di kemudian hari.

Dengan penerimaan modal yang begitu besar dari investor, ada kalanya  seorang founder terlena hingga menyepelekan dana yang keluar, meski jumlahnya melebihi dari anggaran awal. Hal ini bisa beragam bentuknya, mulai dari perayaan dadakan bersama seluruh karyawan, pemberian imbalan berlebihan, transportasi mewah nan mahal ke luar daerah, hingga upgrade peralatan kantor yang tidak terlalu diperlukan.

Pengeluaran yang dianggap kecil seperti ini bila terus menumpuk bisa mengganggu operasional perusahaan. Pada akhirnya, sulit bagi para founder untuk mempertanggungjawabkan modal yang telah diberikan oleh para investor.

Lantas apakah artinya founder tidak boleh menyentuh modal mereka untuk hal-hal kecil seperti yang telah disebutkan tadi? Sebetulnya boleh-boleh saja, asal dikompensasi dengan pemasukan yang sesuai dari bisnis yang dijalankan.

Baca Juga: Ketahui Cara Buat Bisnis Online yang Menguntungkan

Eksekusi pemasaran yang tidak terarah

Setiap startup yang mendapat pendanaan pasti mempertimbangkan upaya pemasaran dengan nominal uang yang banyak, sebagai upaya memperkenalkan produk ke pasar sekaligus menumbuhkan basis pengguna. Namun jika tidak disertai strategi dan eksekusi yang baik, kamu bisa saja menyasar pasar yang salah dan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sia-sia.

Mengeksekusi kegiatan pemasaran secara “keroyokan” oleh tim inti perusahaan memang ideal bagi startup berskala kecil, terutama di awal masa-masa pertumbuhan mereka. Namun seiring dengan semakin besarnya jumlah karyawan dan media pemasaran yang ingin digunakan, akan lebih efektif bila dibuat beberapa tim pemasaran khusus dengan pembagian tugas yang jelas.

Seandainya kamu tidak memiliki waktu untuk membentuk tim pemasaran khusus, kamu juga bisa memanfaatkan jasa outsource yang berjumlah cukup banyak di luar sana. Kamu pun bisa memanfaatkan karyawan dan modal yang kamu terima untuk fokus pada pengembangan produk.

Mencampuradukkan aset perusahaan dengan personal

Mencampuradukkan aset perusahaan dengan aset pribadi wajib dihindari para founder startup. Permasalahan ini muncul karena founder merasa berhak atas jerih payah yang telah ia lakukan, dan mulai ingin menikmati aset yang seharusnya menjadi milik perusahaan.

Baca juga: Ups! Belum Sukses di Masa Muda? 10 Kebiasaan Ini Harus Dilawan

Kedisiplinan dalam memisahkan aset bisnis dan aset pribadi sangatlah penting ketika startup mengalami masa sulit. Ambil contoh ketika kamu perlu modal tambahan. Jangan gadaikan rumah pribadi milikmu, namun cari aset perusahaan yang bisa kamu gadaikan. Kalau rumahmu yang digadaikan, bisa-bisa kamu tidak hanya kehilangan startup saja, tetapi juga rumah dan aset lainnya yang menjadi hak milikmu.

Baca juga: 10 Pelajaran Bisnis dari Mantan Orang Terkaya Sejagat

(***)

Sumber: Techinasia.com 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Kampanye Iklan Efektif dengan Segmentasi yang Tepat

Beberapa dekade yang lalu, brand akan menargetkan iklan berdasarkan suatu asumsi yang tidak jelas (dan seringkali salah) tentang pelanggan mereka, sebagai contoh sebuah perusahaan retail fashion onlin ...

4 Faktor Penyebab Pusat Perbelanjaan Tutup, Apa Saja?

Beberapa bulan terakhir, banyak pusat perbelanjaan ternama yang memilih menutup toko mereka. Salah satu contohnya adalah gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M. ...

5 Poin yang Harus Dicermati dalam Pemasaran Online

Sebagai seorang pemilik bisnis, terdapat berbagai metode pengukuran yang penting bagi kamu – seperti bagaimana hasil penjualan kamu bulan ini, dan berapa jumlah karyawan baru yang dapat kamu pekerja ...

Bagaimana UKM Bisa Meraup Untung dengan Sistem Bagi Hasil?

Menjalankan sebuah bisnis tentu membutuhkan dana atau modal sebagai pelicin awal usaha. Terkadang, dana inilah yang menjadi salah salah satu kendala bagi orang yang ingin menjalankan bisnis. Sebena ...

Tips Mencari Rekan Bisnis yang Tepat

Rekan bisnis adalah salah satu penentuan kesuksesan kamu dalam menjalankan bisnis. Memilih rekan bisnis yang tepat adalah salah satu tahap awal untuk sukses dalam menjalankan bisnis.  Tent ...

Ketahui 9 Langkah Membuat Action Plan yang Efektif

Perencanaan adalah persiapan awal menuju tindakan. Setidaknya secara analitis, perencanaan harus dipisahkan dari implementasi sehingga pengambilan keputusan atas kebijakan sangat penting dapat diambil ...

5 Cara Mendapatkan Uang dari Twitter

Ada banyak tujuan mengapa orang gemar menggunakan media sosial. Sebagian besar kalangan generasi muda menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berkomunikasi secara eksis dan modern dengan teman-t ...

3 Cara Mudah Membangun Citra Positif Perusahaan dan Pelanggan

Apakah produk atau usaha kamu banyak mendapat komentar negatif? Atau belum mendapat kesan positif dari pelanggan? Nah, saatnya kamu bangun citra perusahaan salah satunya dengan Program CSR. Citr ...

8 Cara Tepat Manajemen Waktu untuk Pebisnis

Time management untuk entrepreneur merupakan hal yang penting dari apa pun, terutama dalam berbisnis. Banyak orang yang menjalankan sebuah pekerjaan tapi mereka lupa tentang time management. Mereka ...

8 Tips Ini Bantu Kamu Tingkatkan Kreatifitas Dan Produktifitas

Meningkatkan kreatifitas dan produktifitas di tempat kamu bekerja bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kamu dalam kondisi lelah dan stres. Jangankan untuk kamu bisa tingkatkan kreatifitas dan produkt ...