Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Sebelum Memperkenalkan Merek?


0

Brand awareness merupakan salah satu isu penting dalam membangun merek. Bagi perusahaan besar, isu ini bisa dijawab dengan iklan (advertising). Meski begitu, iklan punya keterbatasan. Iklan memang bisa menjangkau audiens yang besar—jika disampaikan melalui media konvensional seperti TV. Namun, sifat iklan yang satu arah kurang optimal dalam menjelaskan karakter merek dan menciptakan engagement serta experience dengan konsumen.

Agar hubungan konsumen dengan merek semakin dekat, merek juga harus aktif mendekati konsumen atau calon konsumen. Aktivasi merek (brand activation) menjadi keniscayaan di sini. Pilihan untuk melakukan aktivasi merek pun beragam, bukan hanya terbatas pada event (kegiatan) seperti yang kita kenal selama ini.

Pengamat aktivasi merek Ade Akbar mengatakan, segala sesuatu yang non-advertising masuk dalam kategori aktivasi merek. “Apakah bentuknya digital, event, retail, re-trade, dan lain-lain. Tapi, memang banyak yang mengindetikkan aktivasi merek dengan event,” jelas Ade yang diwawancarai di kantornya di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ade mengatakan, aktivasi merek merupakan proses pemasaran produk/jasa yang men-deliver segala aspek tentang merek kepada konsumen dengan berbagai metode yang sifatnya experiential. Aktivasi merek diperlukan karena tidak semua objektif marketing bisa diatasi dengan periklanan.

Di Indonesia, ada beberapa industri yang cukup konsisten melakukan aktivasi merek. Rokok salah satunya. Bisa dimaklumi rokok cukup aktif, karena regulasi mengatur dengan ketat produsen rokok untuk beriklan di media. Industri lain yang cukup agresif melakukan aktivasi merek yaitu elektronik, otomotif, dan pengembang (properti).

Merek yang konsisten melakukan aktivasi merek, karena sudah merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. “Hasilnya lebih bagus ketimbang iklan. Ada merek minuman ringan yang dikenal konsumen dari brand activation bukan iklannya. Karena orang tidak mendapatkan spirit, attitude, experience dari iklannya,” tegas Open Managing Director Mullen Lowe Group Indonesia ini.

Tujuan Aktivasi Merek dan Local Insight

Ade menambahkan, sebelum melakukan aktivasi merek, perusahaan harus dengan jelas merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Bagaimanapun aktivasi merek bukanlah obat mujarab yang dapat menyelesaikan semua permasalahan marketing. Karena biasanya dalam aktivasi merek, perusahaan bekerja sama dengan agency, maka perusahaan harus menjelaskan secara tepat sasaran yang ingin dicapai kepada agency.

Aktivasi merek bisa membantu menciptakan brand awareness, mendorong penjualan, menciptakan interaksi dan engagement dengan konsumen melalui aplikasi atau digital marketing. Atau bisa juga menawarkan sesuatu yang sederhana tapi bisa menciptakan pengalaman kepada konsumen. “Jika hal-hal ini tidak bisa dirumuskan dengan benar, campaign-nya tidak akan efektif,” tandas dia.

Jika diperhatikan, beberapa tahun belakangan olahraga lari menjadi pilihan favorit perusahaan besar dalam melakukan aktivasi merek. Menurut Ade, olahraga seperti lari dipilih karena cukup aman dilakukan di Indonesia.

Seperti kita mahfum, Indonesia yang kuat kultur timurnya tidak memberikan keleluasaan dalam aktivitas marketing. Sebagai misal, tidak boleh suatu merek secara terang-terangan menyerang atau mencela merek lain seperti di negara-negara barat. Selain olahraga, musik juga menjadi pilihan yang banyak diambil. “Olahraga dan musik dipilih karena paling aman dan paling jamak, walaupun belum tentu menjawab objektifnya,” imbuh Ade.

Faktor lain yang perlu diperhatikan sebelum menggelar aktivasi merek yakni pemahaman akan kultur target pasar. Karena itu local insight menjadi penting. Jika merek sudah memahami dengan tepat kultur target pasar, bukan tidak mungkin aktivasi merek bakal berbuah manis pada penjualan (sale). Ade memberi contoh aktivasi merek yang dilakukan salah satu merek elektronik. Merek tersebut sukses menggelar aktivasi merek di kawasan rural, karena berangkat dari local insight yang tepat.

“Penjualannya bisa mengalahkan penjualan produk yang bersangkutan di modern outlet, padahal dilakukan di rural. Kita rancang area brand activation sedemikian rupa dengan memerhatikan local insight seperti social pressure, buying power, hubungan antar warga yang masih kuat. Sehingga melihat tetangganya beli, yang lain terdorong untuk membeli,” ungkap  Ade.

Mengapa merek besar masih tertarik menggelar aktivasi merek? Bahkan event yang dipilih terkesan nyambung dengan karakter atau image merek yang bersangkutan. Misalnya bank atau asuransi menggelar event maraton. Ade mengatakan, di balik setiap event ada tujuan yang ingin dikejar. Ketika bank menggelar event, tujuan akhirnya mengejar nasabah baru dengan investasi yang tidak terlalu besar.

“Karena peminat lari di Indonesia sangat besar. Tapi ada tujuan utama, yakni melakukan akuisisi nasabah dengan opening account. Tujuan lainnya, rise up awareness atau hanya menyapa calon nasabah baru,” jelas dia.

Ade tidak sependapat jika ada yang berpendapat aktivasi merek berbiaya mahal. Menurutnya, dalam praktik aktivasi merek di Indonesia, ide dan konsep yang datang dari agency tidak dibayar. Sehingga yang masuk dalam biaya hanya margin produksinya. Ini berbeda dengan iklan yang biayanya berbasis man hour dan produksi iklan.

Aktivasi merek terkesan mahal, karena ketidakberhasilan merek dalam menyebarluaskan gaung event yang sudah dilakukan. Padahal sebuah event bisa direportase atau didokumentasikan untuk selanjutnya dijadikan materi iklan. “Kalau merasa mahal di-placement di TV, ya di-upload di digital,” saran dia.

Umumnya kesuksesan aktivasi merek dilihat dari jumlah audiens. Namun jika ditelisik lebih jauh, ada tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai kesuksesan aktivasi merek, yakni strategic, tactical, dan operational. Strategic berhubungan dengan sinergi antardivisi di perusahaan, misalnya kerja sama antara sales dan distributor untuk menyokong penjualan. Operational berhubungan dengan KPI yang ingin dicapai dan skala event. Tactical berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya action (tindakan) audiens, misalnya jumlah view dan like di digital.

(***)

Sumber: marketing.co.id 


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Lakukan 4 Hal Ini Agar Bisnis Tetap Bertahan

Rencana bisnis ibarat sebuah peta jalan kesuksesan bagi pebisnis. Tidak terlepas dari status pemula, junior atau senior, yang namanya pebisnis sudah pasti harus tahan banting alias memiliki mental sem ...

Kiat Sukses Berbisnis Kuliner ala Ryan Angkawijaya

Banyak pengusaha mencari peruntungannya melalui bisnis kuliner. Meskipun terdengar sepele, dalam berbisnis kulinerpun tidak semudah kelihatannya.  Tetap perlu dilakukan langkah-langkah ...

4 Cara Mudah Tingkatkan Produktivitas Karyawan

Menjadi seorang manajer memang memiliki tugas harian untuk menjaga tempat kerja seproduktif mungkin tanpa mengorbankan moral staf.  Tugas ini bisa menjadi sulit untuk menemukan keseimbanga ...

5 Cara Jaga Semangat Bisnis Tetap Berjalan Lancar

Kadang-kadang kamu perlu mengambil langkah mundur atau ke samping untuk terus bergerak maju. Pentingnya tindakan bukan hanya berkaitan dengan peluncuran bisnis. Pemilik bisnis bisa juga berhenti da ...

Susah Gaet Pelanggan? Terbukti, Word of Mouth Adalah Promosi yang Ampuh!

Pernahkah kamu berpikir bagaimana cara yang paling tepat untuk memasarkan brand milikmu? Di era konektivitas sekarang ini, promosi satu arah tampak kurang mumpuni lagi. Promosi yang mumpuni bukan b ...

4 Rahasia Sukses Bisnis Franchise

Bisnis franchise merupakan sebuah usaha dimana sang pemilik modal mengajukan kerjasama dengan pemilik franchise. Bisnis ini termasuk bisnis dengan modal yang kecil, tetapi keuntungannya besar.&nbs ...

6 Alasan ini Membuat Orang Takut Membeli Produk Kamu

Agar penjualan bagus, `kamu perlu mengenali hal-hal yang bisa membuat orang takut atau bahkan tak mau membeli produk kamu. Berikut 6 hal yang membuat orang takut membeli produk kamu. 1. Pembawaan k ...

5 Cara Jaga Bisnis Agar Tetap Berjalan

Kadang-kadang kamu perlu mengambil langkah mundur atau ke samping untuk terus bergerak maju. Pentingnya tindakan bukan hanya berkaitan dengan peluncuran bisnis. Pemilik bisnis bisa juga berhenti da ...

Uang Receh Kamu Banyak? Ini Cara Mengelolanya

Sebaiknya kamu harus kumpulkan uang receh yang dimiliki saat ini karena akan berguna suatu saat nanti. Di Indonesia, mata uang kita yang paling sering digunakan untuk transaksi keuangan adalah uang ke ...

Mau Mulai Bisnis Coffee Shop? Perhatikan Langkahnya!

Suka kopi? Penggemar kopi? Pernah terpikir untuk berbisnis? Yuk mulai buka pola pikir kamu untuk terus mengembangkan apa yang menjadi kesukaan, hobby dan lain sebagainya menjadi sebuah usaha yang meng ...