Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Hanya Dengan Jualan Rendang Kemasan Dapat Omzet Rp 300 Juta/Bulan


0

Mendapat keuntungan hingga ratusan juta per bulan bukan hal yang mudah diraih. Butuh usaha dan kerja keras. Pasangan suami istri (pasutri) ini mencoba peruntungan mengolah rendang sapi dalam kemasan.

Pemiliknya, Intan Rahmatillah (33) dan Ivan Diryana (40). Pasutri ini mencoba mengolah rendang sapi rumahan menjadi lebih menarik. Intan yang asal Padang ini terbiasa mengkonsumsi rendang sapi buatan neneknya. Rasanya lezat dan pakai resep asli Padang. Dari situlah muncul ide untuk membuat rendang sapi kemasan.

"Saya darah Padang, suami Bogor (Jawa barat). Nenek saya suka bikin rendang. Kata suami rasanya enak dan minta saya belajar masak rendang. Hasilnya, awalnya saya kasih icip ke keluarga suami, ke mertua. Terus ke teman-teman, ternyata dibilang enak," ujar Intan.

Suami saya, kata Intan, sangat suka sekali dengan rendang buatan nenek. Dari situlah, Intan mencoba menggeluti cara membuat rendang dengan resep nenek. Terbentuklah nama 'Rendang Nenek'.

"Nama rendang nenek kami pilih karena di keluarga istri saya, rendang buatan neneknya memang sangat digemari sehingga disebut rendang nenek. Tidak ada modal cukup untuk membuka usaha rumah makan Padang, akhirnya kami pilih menjual produk kami secara online," imbuh Ivan.

Menurut Ivan, usaha yang telah dirintisnya sejak 5 tahun lalu ini, kebanjiran orderan saat Ramadan atau bulan puasa. Tak hanya menuntungkan bagi dirinya, usaha rumahan ini juga banyak menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

"Setiap bulan puasa, penjualan kami melonjak tajam. Kami merekrut tenaga kerja dari sekitar rumah kami. Di sini memang banyak ibu rumah tangga yang butuh tambahan penghasilan untuk membantu suaminya yang pekerjaannya hanya sebagai tukang ojek, buruh bangunan dan sejenisnya. Kebanyakan yang bekerja di Rendang Nenek tamatan SD yang sudah tentu sulit terserap oleh industri besar," terang Ivan.

PRODUKSI RENDANG NENEK

"Produksi dimulai dengan menyiapkan bumbu, daging dan santan. Kemudian semua diolah hingga 6 jam, diaduk-aduk secara berkala. Setelah 6 jam, rendang kami bungkus dengan vacuum sealer agar tahan lama hingga 6 bulan untuk daging dan ayam, lalu kami kemas dengan dus untuk selanjutnya kami kirim melalui jasa pengeriman," paparnya.

MODAL AWAL

"Tahun 2011 modal awal di bawah Rp 1 juta, saat itu kami belum memiliki mesin apa pun, rendang kami kemas seadanya menggunakan keler sehingga daya tahannya hanya beberapa hari saja. Setiap keuntungan kami sisihkan untuk ditabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya kami saat ini memiliki 2 buah freezer, 2 buah vacuum sealer, dan 12 kompor (24 titik api). Pengemasan juga hal yang kami jaga, agar produk kami bisa tahan lebih dari 6 bulan kami menggunakan vacuum sealer," kata Ivan.

Ivan menyebutkan, Rendang Nenek memiliki 7 varian rasa yaitu daging, paru, hati, limpa, ayam suwir, jengkol, dan jamur tiram. Rata-rata dalam sebulan bisa meraih omzet Rp 100 juta. Namun, omzet saat bulan puasa bisa mencapai kurang lebih Rp 300 juta, atau sekitar 1 ton daging, belum termasuk varian lain.

"Usaha ini sudah jalan 5 tahun, nggak kerasa. Dulu waktu mau mulai, bahkan istri sendiri komentarnya gini "Siapa yang mau beli?". Tapi yah kita jalanin saja dulu. Alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang dan tiap bulan puasa pesanan membludak," ungkap dia.

Usaha ini, kata Ivan, justru memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar. Banyak menyerap tenaga kerja dengan pendidikan rendah.

"Kita hanya UKM kecil, tapi ternyata UKM lah yang bisa menyerap tenaga kerja dengan pendidikan rendah, banyak dari mereka yang hanya lulusan SD. UKM lah yang masih mau mempekerjakan mereka yang sudah berumur lebih dari 55 tahun namun masih semangat bekerja, enggan meminta-minta," ucap Ivan.

Intan menambahkan, saat ini Rendang Nenek buatannya sudah masuk ritel modern seperti supermarket-supermarket di Bandung. Bahkan, kini sudah ada 20 agen untuk membantu memasarkan produk buatannya.

"Di Bandung sudah masuk supermarket, di Setiabudi Supermarket, kita juga sudah punya agen, ada sekitar 20 agen," katanya. 

Berikut Varian Rendang Nenek:

  1. Rendang Daging, Paru, Hati, dan Limpa: 100 gram Rp 35.000, 250 gram Rp 70.000, 500 gram Rp 125.000
  2. Rendang Jengkol: 100 gram Rp 30.000, 250 gram Rp 55.000, 500 gram Rp 100.000
  3. Rendang Ayam Suwir: 100 gram Rp 35.000, 250 gram Rp 55.000, 500 gram Rp 100.000
  4. Rendang Jamur Tiram: 100 gram Rp 35.000, 250 gram Rp 60.000, 500 gram Rp 110.000 

(***)

Sumber: http://finance.detik.com 


PROFIL PENULIS

Administrator Content


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Kreatif! Kaesang Sukses Jualan Kaos "Kolektor Kecebong"

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep memang terkenal dengan ide-ide yang cemerlang, terutama untuk memperluas bidang bisnisnya. Tak seperti ayahnya yang terjun ke dunia politik ...

Dunia Ekspansi Bisnis Jessica Iskandar

Tak hanya aktif di dunia hiburan, baginya, bisnis adalah upaya yang dilakukannya untuk menunjang masa depan. Sementara urus anak adalah rutinitas dan kewajibannya yang dijalani dengan suka cita. Jedar ...

Kopi, Ladang Bisnis Baru Jessica Iskandar

Artis Jessica Iskandar terjun ke bisnis minuman kopi yang bernamakan Jedar Koofee. Jedar terinspirasi dari kedai-kedai kopi di Italia yang meracik kopi dengan menjaga kualitasnya yang baik dan sempurn ...

Gadis Muda Berhasil Bawa Batik Indonesia Tembus Pasar Dunia

“If you never try you’ll never learn. There is no elevator to success, you have to take the stairs.” - Dea Valencia. Desain Batik Kultur terbilang unik, modern, anak muda banget. ...

Lebarkan Sayap Bisnis, Kylie Jenner Kini Jualan Kacamata

Kerajaan bisnis Kylie Jenner setiap tahunnya semakin berkembang. Bagi sobiz yang nge-fans atau sekedar mengikuti jaman tentang Kylie Jenner pasti tahu apa saja bisnis yang telah Kylie geluti. Ya! Sete ...

Raisa Luncurkan Bisnis Barunya, Yay!

Penyanyi Raisa Andriana melebarkan sayap ke dunia fesyen lewat lini busana "YAY!" yang dibuat lewat kerjasama dengan desainer Ansoe.  "'Yay!' dari nama panggilanku ...

Lebarkan Kerajaan Bisnis, Raffi dan Gigi Rambah Bisnis E-Commerce

Kedua pasangan selebriti ini memang tidak pernah kehabisan akal membuat sesuatu yang baru untuk semakin memperkaya diri mereka, seperti yang kita ketahui kedua pasangan selebriti ini sudah memiliki be ...

Brand Kecantikan Amorepacific Lakukan Ekspansi Global

Sukses mempopulerkan “cushion foundations” dan skincare berbahan dasar lendir siput, tren kecantikan Korea Selatan kini memainkan peran besar dalam industri kecantikan di Asia. Amorepacific, brand ...

Sukses Ekspansi Bisnis ke Eropa Berkat Limbah Kayu

Siapa sangka limbah kayu yang bertebaran di sekitar kita bisa digarap menjadi produk yang bernilai jual. Di tangan Made Sutamaya, limbah kayu diolah dan dipoles menjadi produk kerajinan yang cantik da ...

Sempat Jatuh Bangun, Kini Baba Rafi Capai Omset Ratusan Juta Hingga Ratusan Cabang per Tahun

Ekspansi bisnis menjadi hal penting yang harus dilakukan seorang pengusaha. Sehingga penjualan suatu produk bisa semakin bertambah setiap tahunnya. Presiden Direktur Baba Rafi Indonesia, Hendy Seti ...