Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Bisnis Online Sudah Berkembang, Masihkah Butuh Toko Offline?


0

Meskipun pemasaran produk UMKM secara online sudah bisa memberikan keuntungan yang cukup besar, tetapi hal tersebut belum cukup jika pelaku usaha rintisan atau startup ingin meningkatkan skala bisnisnya.

Salah satu hal yang hampir mutlak dilakukan untuk scaling-up adalah dengan menghadirkan produk secara nyata ke tengah masyarakat. Caranya dengan memasukan produk ke jaringan distribusi ritel, atau dengan membuka toko fisik atau toko offline.

Donald Lantu, Direktur Center for Innovation, Entrepreneurship & Leadership School of Business and Management ITB memaparkan meskipun bisnis online semakin berkembang, tetapi bisnis offline masih sangat penting untuk digarap.

Selain bisa memperluas pasar, penjualan secara offline juga lebih ampuh untuk meningkatkan brand awareness di tengah masyarakat. Orang akan lebih percaya dan semakin loyal jika bisa melihat dan mencoba produk secara langsung.

“Walaupun sudah berhasil di bisnis online tetapi itu tidak cukup, harus ada toko fisik atau offline untuk peningkatan skala bisnis dan perluasan pasar,” katanya.

Donald mengatakan, setidaknya ada dua variabel utama yang menjadi indikator sebuah bisnis online sudah saatnya mulai masuk ke pasar offline, yakni adanya cash yang cukup untuk biaya operasional, dan pertumbuhan penjualan yang terus menurun.

Pelaku usaha yang terjun ke bisnis secara online biasanya didasari oleh minimnya modal untuk pemasaran, dan berjualan secara online merupakan cara yang cepat dan tepat untuk memulai usaha dan mendapatkan cash.

“Banyak startup yang berhasil karena berjualan secara online di social media. Omzetnya bisa sampai ratusan juta dengan pertumbuhan pendapatan yang tinggi setiap bulan,” katanya.

Namun, ada masanya pertumbuhan penjualan secara online tersebut akan mencapai titik tertinggi. Saat itu, sudah tidak ada celah untuk bertumbuh sehingga pertumbuhan tidak akan setinggi saat awal-awal bisnis. Lebih jauh, hal itu bisa menyebabkan pendapatan stagnan dan cenderung mengalami penurunan.

“Pada saat seperti itu, perluasan pasar melalui sistem offline dibutuhkan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan skala bisnis,” paparnya.

.

Toko Offline Tingkatkan Image Positif 

Risa Kariska, pemilik brand fashion hijab Femme Outfit tidak menyangka bisnisnya akan terus berkembang selama empat tahun terakhir. Keputusannya untuk membuka toko offline setelah lebih dari satu tahun menjalankan bisnisnya secara online tampaknya merupakan langkah yang tepat.

Meskipun bisa dibilang hanya modal nekat, nyatanya presentasi produknya secara nyata di tengah konsumen menimbulkan dampak yang positif terhadap brand-nya. Apalagi, konsep toko offline yang dimilikinya pun tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Pasalnya sebuah butik dengan nama Magnetic Island di Jl. Veteran Bandung itu disewa bersama rekan-rekannya yang juga bergerak dalam bisnis fesyen. (Baca juga: 4 Langkah Membuka Toko Offline dengan Budget Minim)

“Ide untuk membuka toko offline ini diawali dari aktivitas saya di komunitas Hijabers, kebanyakan rekan-rekan di sana juga memiliki brand sendiri. Akhirnya punya ide untuk membuka butik bersama,” katanya.

Butik yang sudah berdiri sekitar tiga tahun itu sekarang dikelola oleh 12 brand fashion yang memiliki karakteristik masing-masing, tetapi menyasar target pasar yang sama.

Risa mengatakan, dengan adanya konsep berbagi lokasi tersebut memungkinkan untuk memperluas pangsa pasar, karena secara tidak langsung akan terjadi cross-customer, di mana konsumen satu brand memiliki kesempatan untuk berbelanja brand lainnya.

“Selain itu, biaya sewa interior juga semuanya patungan. Kalau ada pintu rusak, ongkos perbaikannya juga dibagi 12, jadi lebih ringan ketimbang harus sewa sendiri,” imbuhnya.

Perempuan berusia 26 tahun itu juga memaparkan dengan adanya toko offline bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen dan mewadahi para konsumen yang masih belum bisa atau percaya untuk berbelanja online sebelum melihat produk secara langsung. Toko offline membuat konsumen tahu kemana harus datang jika memiliki keluhan dan komplain. 

“Selama empat tahun menjalankan bisnis online, saya belum pernah berbelanja secara online karena saya bukan tipe konsumen yang mudah percaya,” akunya.

Hal yang dialaminya tersebut menunjukan bahwa memang ada tipe konsumen yang harus difasilitasi dengan toko offline dan hanya bisa berbelanja secara konvensional.

Meskipun penjualan dari offline tidak sebesar pendapatan dari penjualan online, Risa mengaku toko offline berpengaruh signifikan terhadap reputasi produknya dan konsep terus akan dikembangkan di masa depan.

Butiknya tersebut juga bisa menjadi tujuan untuk berkunjung jika konsumennya yang berasal dari luar negeri datang ke Indonesia, dan mereka bisa melihat secara langsung koleksi produk yang dimiliki Femme Outfit.

(***)

Sumber: Entrepreneur.bisnis.com 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.  


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


TULISAN TERKAIT

Kreatif! Kaesang Sukses Jualan Kaos "Kolektor Kecebong"

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep memang terkenal dengan ide-ide yang cemerlang, terutama untuk memperluas bidang bisnisnya. Tak seperti ayahnya yang terjun ke dunia politik ...

Dunia Ekspansi Bisnis Jessica Iskandar

Tak hanya aktif di dunia hiburan, baginya, bisnis adalah upaya yang dilakukannya untuk menunjang masa depan. Sementara urus anak adalah rutinitas dan kewajibannya yang dijalani dengan suka cita. Jedar ...

Kopi, Ladang Bisnis Baru Jessica Iskandar

Artis Jessica Iskandar terjun ke bisnis minuman kopi yang bernamakan Jedar Koofee. Jedar terinspirasi dari kedai-kedai kopi di Italia yang meracik kopi dengan menjaga kualitasnya yang baik dan sempurn ...

Gadis Muda Berhasil Bawa Batik Indonesia Tembus Pasar Dunia

“If you never try you’ll never learn. There is no elevator to success, you have to take the stairs.” - Dea Valencia. Desain Batik Kultur terbilang unik, modern, anak muda banget. ...

Lebarkan Sayap Bisnis, Kylie Jenner Kini Jualan Kacamata

Kerajaan bisnis Kylie Jenner setiap tahunnya semakin berkembang. Bagi sobiz yang nge-fans atau sekedar mengikuti jaman tentang Kylie Jenner pasti tahu apa saja bisnis yang telah Kylie geluti. Ya! Sete ...

Raisa Luncurkan Bisnis Barunya, Yay!

Penyanyi Raisa Andriana melebarkan sayap ke dunia fesyen lewat lini busana "YAY!" yang dibuat lewat kerjasama dengan desainer Ansoe.  "'Yay!' dari nama panggilanku ...

Lebarkan Kerajaan Bisnis, Raffi dan Gigi Rambah Bisnis E-Commerce

Kedua pasangan selebriti ini memang tidak pernah kehabisan akal membuat sesuatu yang baru untuk semakin memperkaya diri mereka, seperti yang kita ketahui kedua pasangan selebriti ini sudah memiliki be ...

Brand Kecantikan Amorepacific Lakukan Ekspansi Global

Sukses mempopulerkan “cushion foundations” dan skincare berbahan dasar lendir siput, tren kecantikan Korea Selatan kini memainkan peran besar dalam industri kecantikan di Asia. Amorepacific, brand ...

Sukses Ekspansi Bisnis ke Eropa Berkat Limbah Kayu

Siapa sangka limbah kayu yang bertebaran di sekitar kita bisa digarap menjadi produk yang bernilai jual. Di tangan Made Sutamaya, limbah kayu diolah dan dipoles menjadi produk kerajinan yang cantik da ...

Sempat Jatuh Bangun, Kini Baba Rafi Capai Omset Ratusan Juta Hingga Ratusan Cabang per Tahun

Ekspansi bisnis menjadi hal penting yang harus dilakukan seorang pengusaha. Sehingga penjualan suatu produk bisa semakin bertambah setiap tahunnya. Presiden Direktur Baba Rafi Indonesia, Hendy Seti ...