Chat with Us

Aktifkan STARBOX

Canggih! Jaket Untuk Memandu Tunanetra Berjalan Ini Buatan Mahasiswa UNDIP


0

Sekelompok mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang merancang alat bantu berbentuk jaket untuk memudahkan penyandang tunanetra beraktivitas.

“Jaket ini kami namai ‘Jetnet’, yakni singkatan dari jaket untuk tunanetra,” kata Teguh Kurniawan selaku ketua tim perancang Jetnet seperti yang dilansir dari infonawacita.com, Kamis (24/08/2017).

Beranggotakan tiga orang, yakni Krismon Budiono, Rose Mutiara Suin, dan Yuni Prihatin Ningtyas, Teguh memimpin tim untuk maju Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017.

Keempat mahasiswa itu berasal dari Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Undip, mengandalkan jaket rancangan mereka untuk memenangi ajang bergengsi itu.

Teguh menjelaskan cara kerja Jetnet sebenarnya simpel karena mengandalkan peran sensor yang terpasang di berbagai bagian jaket untuk mendeteksi objek di sekitarnya.

“Begitu sensor mendeteksi ada objek, misalnya lubang atau tembok segera mengirimkan data ke alat bernama Arduino dan mengirimkan sinyal berupa suara,” katanya.

Dari percobaan yang dilakukan, jaket tersebut mengirimkan sinyal suara yang diperdengarkan melalui “headset“, antara lain berbunyi “awas bawah”, “awas depan”.

Setidaknya ada delapan sensor yang dipasang dengan daya jangkau berbeda, yakni depan tiga meter, bawah tiga meter, serong kanan-kiri dua meter, dan kanan-kiri 1,5 meter.

Krismon, anggota tim menambahkan perancangan jaket itu memerlukan waktu sekitar empat bulan dan sudah melalui berbagai revisi dan perbaikan untuk kesempurnaan.

“Awalnya, kami pakai jaket berwarna merah. Namun, kurang rapi dan pendeteksian sensor kurang maksimal. Kami revisi hingga jadi seperti ini,” ungkapnya.

Biaya Yang Dibutuhkan

Biaya yang dikeluarkan untuk riset itu mencapai Rp3,1 juta, tetapi biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu jaket itu bisa kurang dari Rp1 juta.

“Tenaganya pakainya satu baterai 12 volt. Bisa di-‘charge’. Sensornya bisa dilepas kalau jaketnya mau dicuci. Jadi, sangat mudah dan aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Aris Triwiyatno, pengajar Jurusan Teknik Elektro FT Undip yang menjadi pembimbing mahasiswa itu mengapresiasi ide dari keempat anak didiknya itu.

“Idenya murni dari mahasiswa. Namanya saja program kreativitas mahasiswa. Mereka ini salah satu dari delapan tim yang dari FT yang maju ke PKM 2017,” pungkasnya.

(***)

Sumber: infonawacita.com

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan mendaftar DISINI.


PROFIL PENULIS

Socmed Ebis


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar